Sejak didirikan pada tahun 1982 tepatnya 1 Muharram 1403 H, diikrarkan Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah dengan jumlah santri hanya 16 orang. Seiring perkembangan dan tuntutan ilmu khususnya Agama Islam. Membina sumberdaya insani yang islami sebagai modal meningkatkan sumber daya insani muslim.

Kini pesantren yang terletak di Kawasan Jalan Setia Budi Ujung, kawasan Medan Selayang ini memondokkan ribuan santriawan dan santriwati dari berbagai daerah di Pulau Sumatera bahkan dari Jawa. Pendidikan bagi para santri meliputi Tafsir, Hadits, Fiqh dan Aqidah. Setelah mencapai kelas VI, santri wajib mengikuti praktik mengajar (Amaliyah Al-Tadris) sebagai persiapan berdakwah setelah menjadi alumni. Walau, pembelajaran praktik tersebut sudah dimulai sejak kelas I setingkat SD atau Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Pelajaran yang dipraktikkan menggunakan pengantar bahasa Arab dan Inggris, meliputi Fiqih, Tauhid, Tarikh Islam, Hadits, Usul Fiqih, Mahfudhot, Tajwid Al-Qur’an, Khat, Muthalaah, Muhadatsah, Reading, Conversation, Nahwu dan Imla.

Seperti bulan suci sebelumnya, Ramadhan 1438 H tahun ini, para santri melakukan sejumlah aktifitas yang mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain berpuasa dan melaksanakan salat wajib di Masjid Jami’ yang berada di lokasi pesantren, mereka juga diwajibkan mengikuti pengaji, tadarus, dan kegiatan keagamaan lainnya. Semua ini untuk menambah amalan dan keberkahan di bulan penuh berkah ini.

Kegiatan ini sesuai dengan visi dan misi pesantren diantaranya, menjadikan lembaga Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah sebagai lembaga kaderisasi dan layanan masyarakat yang bermutu, semata-mata untuk ibadah kepada Allah SWT dan mengharap ridho-Nya serta implementasi fungsi khalifah Allah di muka bumi. (Imaji Pertiwi/Ferdy Siregar)

633 total views, 2 views today

Share with:

FacebookTwitterGoogle