Sumatera Selatan merupakan salah satu provinsi yang meiliki lebih dari 1.3 juta hektar lahan yang merupakan lahan gambut. Lahan tersebut setiap tahunnya mengalami penciutan lahan karena digunakan sebagai lahan produktif. Diantara sebagai lahan perkebunan maupun pertanian oleh warga.

Musim kemarau yang biasanya terjadi dipertengahan tahun menjadikan momentum bagi warga maupun oknum untuk melakukan pembakaran lahan gambut. Tujuannya tak lain adalah guna memperluas areal perkebunan. Disisi lain, bisa jadi musim kemarau yang terjadi secara alami membakar lahan-lahan gambut tersebut.

Salah satu kabupaten yang kerap terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) adalah Kabupaten Ogan Ilir. Dimana setiap tahunnya kawasan ini menjadi langganan karhutla. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjadikan momentum datangnya musim kemarau menjadi pekerjaan ektra guna pemadaman api dari lahan gambut tersebut. Pemadaman bukan saja melalaui darat, helikopter ‘water boming’ juga turut andil. Tak lain guna meminimalisir penyebaran titik api di Sumsel.

Informasi warga sekitar dan bantuannya cukup diharapkan pemerintah melalui BNPB. Karena karhutla bukan semata menjadi tanggung jawab pemerintah. Tapi, tanggung jawab bersama termasuk warga sekitar guna menciptakan Sumsel yang bersih dari kabut asap setiap tahunnya. Semoga. (ahmad rizki prabu)

125 total views, 2 views today

Share with:

FacebookTwitterGoogle