Kesibukan terlihat sejak subuh di rumah mungil yang terletak dalam gang di Jalan Setia Budi, kawasan pertokoan di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Rumah milik Bong Khin Djung (61) yang juga pemilik kelompok tatung Chau Liu Nyian Shai mempersiapkan segala sesuatunya guna mengikuti kernaval para tatung pada perayaan Cap Go Meh 2569 yang bertepatan pada, Jumat 2 Maret lalu. 

Tatung adalah dukun Tionghoa yang kerasukan arwah leluhur mereka. Bong Khin Djung salah seorang dari tatung dan merupakan tatung tertua yang telah mengikuti sejumlah karnaval tatung di Indonesia, khususnya di Singakwang. Tahun ini, seperti biasa, Khin Djung mengikut sertakan anak-anaknya dalam pawai tatung. Mengikutsertakan para anaknya tak lain sebagai pembentukan regenerasi tatung dari keluarga besar yang juga dikenal sebagai keluarga tatung. 

Sebelum matahari terbit, keluarga tatung ini mempersiapkan busana yang akan dipakai. Sejumlah busana mewah dengan aneka warna, bagaikan para pengawal para raja-raja dalam dongeng negeri Tiongkok. 

Usai mempersiapkan busana, Khin Djung dan anak-anaknya melakukan sejumlah ritual pemanjatan doa di altar yang ada di rumahnya. Satu persatu meminta perlindungan dari para dewa agar nantinya pawai tatung mereka berlangsung dengan selamat. Persiapan lainnya adalah memastikan sejumlah perlengkapan tatung seperti tandu, pedang, golok, trisula, tombak, dan lainnya bersih dan aman untuk digunakan.

Sekitar pukul 0730 WIB, pawai para tatung ini mengambil titik start di halaman kantor Waikota Singkawang untuk selanjutnya mengitari Singkawang. Sebanyak 1.450 tatung dari berbagai kelompok dan daerah turut hadir, sehingga  berhasil memecahkan rekor MURI sebagai pawai tatung terbanyak.

Para tatung yang sudah kerasukan roh para leluhurnya, satu persatu memperlihatkan kebolehannya saat perjalanan karnaval. Ada yang menusukkan benda tajam dipipi wajah mereka, menyucukkan benda-benda tajam pada bagian tubuh, dan sebagainya. Tatung lainnya ada yang dibopong di atas tandu, dimana tempat duduknya dipenuhi dengan paku dan pijakan kaki berupa golok.

Tatung dari keluarga Khin Djung menjadi salah satu tatung yang dinanti para pengunjung. Mereka menampilkan sejumlah atraksi yang cukup memukau para penonton. Pawai para tatung ini berakhir pada sing hari setelah semua tatung melintasi Kelenteng Tri Dharma Bumi Raya, yang merupakan kelenteng tertua di Kota Singkawang. 
(edy regar) 

502 total views, 2 views today

Share with:

Facebook

TwitterGoogle