Karo, Sumatera Utara sejak dahulu sudah terkenal sebagai daerah yang subur akan tumbuhan sayur-sayur an serta buah-buah an. Karo merupakan lumbung buah dan sayur bagi Sumatera Utara khususnya, bahkan hasil tanaman dari daerah ini di Ekspor hingga ke Singapura.

Gunung Sinabung yang tercatat sudah lama tidak mengalami aktifitas kegunung api an, pada tahun 2010 kembali aktif dan terus mengeluarkan erupsi serta material vulkanik dari Gunung tersebut. Hal ini sangat berdampak kepada tumbuhan sayur-sayur an dan buah-buah an yang berada di Karo, khususnya yang berada di lingkar Gunung Sinabung.

Ratusan hektar lahan pertanian rusak dan hancur, kerugian secara material pun sudah tidak terhitung lagi, namun para petani tidak putus asa dengan hal ini. para petani menggunakan berbagai cara salah satunya dengan rutin menyiram tanaman dengan obat agar tanaman tidak rusak, adapula petani yang mengganti model tanaman nya agar masih bisa di jual walaupun terkena debu vulkanik.

Produktifitas sayur-sayur an dan buah-buah an dari daerah ini cukup menurun dipasaran, tidak hanya itu harga sayur & buah dari daerah ini pun dihargai rendah di pasaran dengan alasan kualitas sudah tidak bagus lagi karena terkena debu vulkanik.

Meskipun tetap erupsi warga mengaku tidak akan beralih profesi, walaupun para petani sudah mencoba usaha lain, namun mereka tetap saja ke ladang untuk merawat tanaman nya. warga yakin Gunung akan berhenti erupsi dan mereka kembali seperti biasa berladang dan bercocok tanam di Tanah yang subur, oh Tanah Karo Simalem. (Imaji Pertiwi/Ahmad Ridwan Nasution)

435 total views, 2 views today

Share with:

Facebook

TwitterGoogle