Desa Guruki­nayan atau le­bih akrab di­sapa Desa Gur­ki yang berada di Kecamatan Payung, Kabu­paten Karo, Su­mut, memiliki luas wilayah se­ki­tar 1.130 Km persegi. Berada pada radius se­kitar  4 Km dari Gunung Si­na­bung mem­buat desa ini cukup subur. Terbukti dengan pertanian dan perkebunan jeruk , kopi, dan sayuran yang cukup berhasil. Desa yang cukup subur ini membuat warga­nya kian betah dan bertambah popula­sinya dengan perkebunan sebagai mata pen­caharian utama.

Tetapi pasca erupsi Gunung Sina­bung pada Oktober 2013 desa ini dilanda hujan debu vulkanik yang begitu dahsyat. Sehingga membuat war­ga mengungsi. Tercatat menurut Ba­dan Penanggulangan Bencana Dae­rah (BPBD) Kabupaten Karo se­banyak 751 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 2.185 orang diungsikan kesejumlah posko-posko yang disiap­kan pemerin­tah kabupaten.

Erupsi yang berkepanjangan sejak 2013 hingga kini membuat warga meninggalkan rumah dan ladang perkebunan mereka. Secara otomatis penghasilan warga dari pertanian dan perkebunan juga nihil sama sekali.

“Kami terpaksa mengungsi di be­berapa lokasi atau rumah-rumah sanak sau­dara. Gak tau lagi harus kemana? Karena mata pencaharian kami yang berladang kini sudah tak bisa lagi”, ujar Pak Sembiring (51) warga Desa Gur­ki yang di pe­ngungsian Kaban­jahe.

Desa Gurki kini bagaikan desa tak ber­tuan. Puluhan ru­mah yang han­cur akibat debu vulkanik dan material gu­nung lainnya di­tinggalkan be­gitu saja. Be­lum lagi beberapa rumah tradisional Karo yang memiliki nilai sejarah hancur akibat debu vul­kanik.

Lebih parahnya lagi desa ini meru­pa­kan salah satu desa yang dialiri oleh aliran lava (Lava Flows) serta awan panas. Sehingga pasca erupsi pada 5 Maret dan 3 April lalu (2015), ketebalan debu vulkanik kian parah menyelimuti Desa Gurki. Zona bahaya desa ini telah diberlakukan dengan melakukan penjagaan dan pembuatan portal di jalan memasuki desa.

Secara geografis Desa Gurki sebe­nar­nya merupakan desa yang sudah ti­dak layak dihuni. Seperti tiga desa lainnya yang berada pada radius sekitar 3 Km, yaitu Desa Bekerah, Simacem, dan Sukameriah. Bahkan kini Desa Sukameriah telah tertimbun oleh material erupsi Sinabung. Ketiga desa ini secara bertahap direlokasi ke Desa Siosar, Kecamatn Tiga Panah, Karo. Mungkinkah Desa Gurki juga meng­a­la­mi hal serupa? Mengingat kawasan desa ini kerap dilanda debu vulkanik dan muntahan material lainnya dari erupsi Gunung Sinabung. (Imaji Pertiwi/Ahmad Ridwan Nasution)

433 total views, 2 views today

Share with:

Facebook

TwitterGoogle