Petugas pandu PT Pelindo 1 turun dengan menggunakan alat dari atas kapal KM Serasi asal Jakarta di Car Terminal, Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara, Selasa (28/7/2020). IP/Hendra Syamhari

Petugas Kapal Pandu Pelindo 1

Petugas pandu PT Pelindo 1 turun dengan menggunakan alat dari atas kapal KM Serasi asal Jakarta di Car Terminal, Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara, Selasa (28/7/2020). IP/Hendra Syamhari

Petugas pandu PT Pelabuhan Indonesia 1 turun dengan menggunakan alat dari atas kapal KM Serasi asal Jakarta di Car Terminal, Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara, Selasa (28/7/2020). IP/Hendra Syamhari

ImajiPertiwi.com, MEDAN– Petugas pandu PT Pelabuhan Indonesia 1 turun dengan menggunakan alat dari atas kapal KM Serasi asal Jakarta di Car Terminal, Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara, Selasa (28/7/2020). IP/Hendra Syamhari

 663 total views,  2 views today

Para pelajar di Desa Telaga Said, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara sedang mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring di sebuah balai yang terletak di atas sebuah bukit, Senin (3/8). ImajiPertiwi/Hendra Broetal

Akses Internet XL Axiata Untuk Pelajar di Pedesaan

Para pelajar di Desa Telaga Said, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara sedang mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring di sebuah balai yang terletak di atas sebuah bukit, Senin (3/8). ImajiPertiwi/Hendra Broetal

Para pelajar di Desa Telaga Said, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara sedang mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring di sebuah balai yang terletak di atas sebuah bukit, Senin (3/8). ImajiPertiwi/Hendra Broetal

ImajiPertiwi.com, LANGKAT– PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) turun tangan mendukung menyediakan fasilitas akses internet untuk para pelajar yang mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ). Dukungan tersebut berupa penyediaan sarana akses internet berupa router yang bisa para pelajar manfaatkan secara bersama-sama hingga 32 perangkat dalam waktu bersamaan. Para pelajar Desa Telaga Said, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara mulai Senin (3/8), bisa memanfaatkan dukungan tersebut secara gratis. Head of Sales XL Axiata Greater Medan, Horas Lubis dan Territory Sales Manager Binjai – Langkat, Maf’ul Taufiq memantau langsung pemasangan fasilitas tersebut.

Group Head XL Axiata West Region, mengatakan, “Kami tidak bisa tinggal diam membaca berita tentang banyaknya pelajar di berbagai daerah yang kesulitan mendapatkan akses internet untuk bisa mengikuti PJJ. Problem yang mereka hadapi baik berupa terbatasnya jaringan yang di desa tempat mereka berdomisili dan juga menyangkut harga kuota data. Untuk itu, melalui dukungan ini kami mencoba untuk mendukung keduanya. Semoga fasilitas ini bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk PJJ oleh para pelajar di seluruh desa.”

Territory Sales Manager XL Axiata Binjai – Langkat, Maf’ul Taufiq menyerahkan fasilitas akses internet untuk digunakan para pelajar Desa Telaga Said, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara mulai Senin (3/8/2020). ImajiPertiwi/Hendra Broetal

Territory Sales Manager XL Axiata Binjai – Langkat, Maf’ul Taufiq menyerahkan fasilitas akses internet untuk digunakan para pelajar Desa Telaga Said, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara mulai Senin (3/8/2020). ImajiPertiwi/Hendra Broetal

Router tersebut ditempatkan di suatu tempat berupa balai yang bisa menampung belasan anak untuk belajar. Balai ini terada di lokasi yang tinggi, serupa bukit, dan dari lokasi ini sinyal XL Axiata bisa ditangkat dengan kualitas baik. Teknisi XL Axiata turut membantu pemasangan perangkat ini agar bisa mendapatkan kualitas sinyal yang maksimal.

Fasilitas router dari XL Axiata ini dilengkapi dengan paket data 20GB untuk setiap bulannya secara gratis selama 1 tahun. Selain itu, XL Axiata juga membagikan alat-alat sekolah seperti buku tulis, penggaris, pensil, pena, dan map plastik. Untuk menjaga dan memastikan router tersebut dimanfaatkan secara semustinya, XL Axiata menyerahkan pengelolaannya ke Yayasan Pendidikan Islam Pembangunan.

Suasana Kampung Matfa atau yang biasa dikenal Kampung Kasih Sayang di Desa Telaga Said, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara mulai Senin (3/8/2020). Imaji Pertiwi/Hendra Broetal

Suasana Kampung Matfa atau yang biasa dikenal Kampung Kasih Sayang di Desa Telaga Said, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara mulai Senin (3/8/2020). Imaji Pertiwi/Hendra Broetal

Desa Telaga Said berada sekitar 73 km dari Medan atau memerlukan 2,5 jam perjalanan darat dari Ibukota Sumatera Utara tersebut. Ada ratusan siswa sekolah di desa tersebut, dari mulai tingkat SD, SMP, hingga SMA. Selain itu juga ada pula sejumlah remaja yang berkuliah di beberapa perguruan tinggi. Sejak pandemi Covid-19 terjadi, anak-anak sekolah tersebut harus melakukan bejalar dari rumah dengan mengakses materi belajar secara daring. Namun, jaringan internet belum menjangkau setiap sudut desa, banyak dari anak-anak tersebut yang kemudian mencari lokasi tertentu yang di tempat itu bisa mendapatkan sinyal internet yang lebib baik.

“Sebelum adanya pandemi, kami rutin menyalurkan donasi kuota untuk sekolah-sekolah melalui program Gerakan Donasi Kuota (GDK). Kini, karena sekolah juga masih tutup dan meningkatnya kebutuhan untuk mendukung proses belajar secara daring berbagai daerah, maka kami akan berusaha mendukung memfasilitasi akses internet untuk PJJ seperti ini, “ imbuh Desy.
Paket internet khusus untuk pelajar

Selain terjun langsung ke lapangan memberikan bantuan akses internet hingga ke desa-desa, XL Axiata juga menghadirkan paket data khusus untuk pelajar dengan harga sangat ringan. Pelanggan dari kalangan pelajar bisa memanfaatkan paket untuk mengakses aplikasi dan website pemerintah yang disediakan untuk membantu belajar dari rumah dan paling banyak diakses oleh pelanggan. Aplikasi yang dimaksud adalah Ruang Guru, Zenius, dan Sekolahmu. Website yang bisa diakses adalah Rumah Belajar Kemendikbud di alamat https://belajar.kemendikbud.go.id dan Spada Indonesia Kemendikbud di https://spada.kemdikbud.go.id atau https://lmsspada.kemdikbud.go.id/.

Paket bernama “Xtra Edukasi” ini ada tiga varian paket, yaitu Rp 1.000 untuk 2GB dan masa berlaku 1 hari, selanjutnya paket Rp 2,500 untuk 5GB masa 3 hari, dan Rp 7.500 untuk 15GB masa 7 hari. Seluruh pilihan paket bisa didapatkan di aplikasi myXL. (IP/Hendra)

 370 total views

Pasukan Elit PLN, Aman Bekerja Saat Listrik Bertegangan Tinggi

 

IMAJIPERTIWI/MEDAN: Perusahaan Listrik Negara (PLN) kini telah memiliki pasukan elit seperti halnya institusi dan organisasi pemerintahan lainnya. Mereka dijuluki Pasukan PDKB (Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan).

Pasukan elit perusahaan ‘plat merah’ ini terlatih melakukan pemeliharaan, perbaikan, dan penggantian isolator, konduktor maupun komponen lainnya pada jaringan listrik yang masih aktif.

Dikutip dari pln.co.id, Elit milik perusahaan ‘plat merah’ini terlatih melakukan pemeliharaan, perbaikan, dan penggantian isolator, konduktor maupun komponen lainnya pada jaringan listrik tanpa memadamkan aliran listrik, sehingga masyarakat Indonesia dapat tetap menikmati listriknya. Hingga saat ini (Agustus 2019) PLN memiliki sebanyak 1321 pasukan PDKB yang tersebar se-Indonesia, terbagi menjadi PDKB Tegangan Extra Tinggi (TET) dan Tegangan Tinggi (TT) sebanyak 351 personil, Tegangan Menengah (TM) sebanyak 970 personel.

Pasukan PDKB memiliki berbagai sertifikasi, diantaranya sertifikasi internal PLN, Sertifikasi internasional dari Omaka New Zealand dan Terex Ritz Brazil, sertifikasi Direktur Jenderal Ketenagalistrikan (DJK) Kementerian ESDM terkait bidang dan level kompetensinya.

Awak Imaji Pertiwi sendiri sudah menyaksikan pasukan elit ini bekerja di sejumlah jalanan Kota Medan, beberapa waktu lalu. Cukup mengagumkan, baik dari fasilitas dan teknis kerja yang mereka lakukan. Pasukan PDKB ini memiliki pedoman K3 atau kesehatan, keamanan dan keselamatan dalam bekerja berupa K3 Personil, K3 Peralatan dan K3 Instalasi. K3 personil memakai peralatan Alat Pelindung Diri (APD), yaitu Wear pack ( pakaian kerja ), Conductive suit complete, Conductive shoes, Helm, Safety shoes, Safety gloves, Safety glasses, Lanyard, Harnes, Handy Talky, Rompi Pengawas pekerjaan, Rompi Pengawas K3, termasuk melakukan General Check Up dan dinyatakan lulus untuk bekerja.

Pasukan PDKB yang bekerja harus memahami tanggung jawab masing-masing, mengidentifikasi pekerjaan mereka, melaksanakan Job Safety Analysis (JSA), serta menentukan langkah yang akan diambil untuk antisipasi bahaya. Tidak hanya itu, mereka wajib melaporkan kondisi fisik mereka jika mulai kelelahan, sakit mendadak dan terjadi cidera saat melakukan pekerjaan kepada Pengawas K3.

Mereka juga harus mematuhi Instruksi Kerja yang sesuai dengan SOP, jarak aman minimum saat bekerja agar pekerjaan terlaksana dengan aman dan lancar. Kondisi personil juga harus dipastikan sehat baik fisik maupun mental dengan mengisi blangko Kesiapan Pelaksana Dan Pembagian Tugas. (IP/Hendra Syamhari)

 817 total views

Benteng Inong Balee menjadi situs cagar budaya, di Desa Lamreh, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar (HENDRA SYAMHARI)

Laksamana Laut Wanita Pertama di Dunia Bukti Sejarah Kemaritiman Aceh Hebat

Provinsi Aceh terus berbenah sejak bencana tsunami melanda wilayah ujung pulau Sumatera ini. Tahap demi tahap pembangunan,dikebut demi kesejahteraan masyarakat
terdampak tsunami, baik dari sektor perekonomian, pariwisata, budaya dan sejarah.

Pariwisata alam dan situs-situs sejarah menjadi sektor penting bagi Pemerintah Provinsi Aceh dalam pembangunan, termasuk konsentrasi jalur pembangunan bidang
kemaritiman.

Benteng Inong Balee salah satunya. Situs sejarah yang terletak tak jauh dari Pelabuhan Malahayati, kini menjadi primadona wisata di Kabupaten Aceh Besar dan menjadi
ikon kebanggaan warga setempat. Sejarah mencatat situs Benteng Inong Balee bukan saja situs nasional namun juga situs sejarah dunia, di mana, benteng yang tepatnya
berlokasi di Desa Lamreh, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, menjadi benteng laksamana laut wanita pertama di dunia.

Malahayati, nama yang tak pernah lekang oleh waktu. Ia menorehkan sejarah perjuangan wanita Aceh yang hebat. Wanita yang ditinggal mati suaminya, dalam suatu
pertempuran laut, berhasil melatih pasukan wanita Aceh. Ia memimpin 2000 Inong Balee – para janda pahlawan yang telah syahid – untuk menjadi prajurit Kerajaan Aceh
yang tangguh, turut berperang melawan pasukan musuh di kapal-kapal Belanda.

Letak benteng yang strategis ini membuat pasukan Inong Balee dapat menyerang pasukan Hindia-Belanda pada tahun 1599. Pada peristiwa tersebut, Armada Inong Balee
berhasil memukul mundur pasukan musuh. Dahsyatnya, Laksamana Malahayati berhasil membunuh pimpinan armada laut Hindia-Belanda, Cornelis De Houtman.

Perjuangan Laksamana Malahayati harus terhenti pada 1606. Ia gugur saat bertempur melawan pasukan Portugis di Perairan Selat Malaka.

Di atas bukit Gampong Lamreh, Krueng Raya, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, makam Laksamana Keumalahayati berdiri kokoh. Atas kiprahnya sebagai tokoh
sejarah bangsa Indonesia dan merupakan laksamana laut wanita pertama di dunia, Laksamana Malahayati mendapat gelar sebagai Pahlawan Nasional pada 6 November 2017
melalui Keputusan Presiden RI Nomor 115/TK/Tahun 2017 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.

Berdasarkan hal tersebut, tidak heran jika benteng yang pernah menjadi saksi sejarah kekuatan Laksamana Malahayati, yaitu Benteng Inong Balee juga ditetapkan menjadi
Struktur Cagar Budaya peringkat Nasional oleh Tim Ahli Cagar Budaya Nasional.

Untuk mengabadikan nama Laksamana Malahayati salah satunya dengan memberi nama Pelabuhan laut di Teluk Krueng Raya, Aceh Besar dengan nama Pelabuhan Malahayati.
Pelabuhan yang saat ini berfungsi sebagai penunjang di sektor perekonomian.

Pelabuhan yang terletak di Teluk Krueng Raya pantai utara Aceh ini, punya peluang besar untuk memajukan dan mensejahterakan daerah melalui sektor perekonomian, yaitu
ekspor impor.

Pelabuhan Malahayati dibangun menjadi pelabuhan ekspor impor yang bertaraf internasional. Meski sempat luluh lantak diterjang tsunami pada 2004 silam, pemulihannya
menjadi prioritas. Bagaimana tidak, kehidupan masyarakat Aceh banyak tergantung dari jaringan maritim demi menunjang perekonomian. Akhirnya, pada tahun 2007, Pelabuhan
Malahayati rampung dan dapat beroperasi kembali menjadi ‘denyut nadi’ perekonomian rakyat Aceh.
Tahun demi tahun perkembangan pelabuhan kebanggaan masyarakat Aceh ini, menambah taraf pelayanan secara signifikan.

Kini, Pelabuhan Malahayati menggeliat untuk terus berbenah demi kemajuan perekonomian rakyat Aceh. Gubernur setempat telah memasukkannya sebagai agenda atau satu dari
15 program unggulan Pemerintahan Aceh Hebat, yakni Aceh Meugoe dan Meulaot. (HENDRA SYAMHARI)

 679 total views,  1 views today

PFI MEDAN, Lions Club dan IDI Gelar Baksos di SLB Karya Murni,Jalan HM Jhoni, Medan (25/5). IP/Rel

Lions Club, IDI dan PFI Medan Gelar Baksos Pengobatan Gratis

PFI MEDAN, Lions Club dan IDI Gelar Baksos di SLB Karya Murni,Jalan HM Jhoni, Medan (25/5). IP/Rel

PFI MEDAN, Lions Club dan IDI Gelar Baksos di SLB Karya Murni,Jalan HM Jhoni, Medan (25/5). IP/Rel

Medan,- Lions Club Indonesia Distrik 307-A2 bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan menggelar bakti sosial pemeriksaan dan pengobatan THT gratis kepada 170 siswa SLB Karya Murni , Jalan HM Joni, Medan, Sabtu (25/5). Dalam kegiatan tersebut para siswa juga diberikan sarapan pagi dan perlengkapan sekolah.

Ketua Komite Pemeliharaan, Kesadaran dan Aksi Pendengaran Lions Club Indonesia Distrik 307-A2, Hoesni I Karim mengatakan, pengobatan gratis tenggorokan hidung dan telinga tersebut merupakan kegiatan sosial yang rutin dilaksanakan setiap bulannya. Kegiatan ini merupakan tindakan dalam melakukan pencegahan khususnya penyakit yang berkaitan dengan tenggorokan, hidung dan telinga.

“Setiap bulannya kita melakukan pengobatan gratis THT dengan lokasi berbeda dengan pasien penyandang disabilitas, khususnya penderita tuna rungu di sekolah luar biasa, panti asuhan dan panti jompo, ujarnya.

Wakil Kepala Sekolah SLB Karya Murni, Suster Agustina Manao KSSY merasa bahagia dengan kegiatan pengobatan gratis tersebut, karena sangat membantu para guru dan orang tua dalam hal merawat kesehatan para siswa yang menderita tuna rungu tersebut.

Suster Agustina mengapresiasi kegiatan tersebut, terutama kepada Lion Club Indonesia yang telah 27 tahun memberikan bantuan kepada SLB Karya Murni.” Lions Club Indonesia Distrik 307-A2 sangat memperhatikan sekali perkembangan sekolah ini dan telah banyak membantu berupa materil maupun bantuan kesehatan untuk para siswa. Selain itu, kerap melaksanakan pelatihan kerja kepada para siswa SLB Karya Murni agar dapat mandiri dan bersaing seusai menamatkan sekolah, ungkapnya.

Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan, Rahmad Suryadi mengatakan, bakti sosial dalam hal pengobatan gratis THT tersebut sangat positif , bermanfaat dan banyak membantu , terutama kepada para siswa SLB yang berasal dari keluarga kurang mampu. Diharapkannya, kerjasama sosial dengan Lions Club Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dapat dilaksanakan kembali, karena PFI Medan yang merupakan organisasi profesi jurnalitik ini bukan hanya memberitakan tetapi juga sangat intens dalam malaksanakan kegiatan sosial , diantaranya memberikan bantuan kepada korban bencana erupsi Sinabung dan gempa Pidie Aceh beberapa waktu lalu. “Semoga kerjasama ini dapat berkesinambungan dalam membantu warga kurang mampu agar dapat bahagia dan tetap sehat” tegas Rahmad. (IP/ARN)

 911 total views

Teknisi XL Axiata melakukan pemeliharaan perangkat BTS di sekitar Gerbang Tol Kemiri di ruas Tol Medan - Lubuk Pakam, Deli Serdang, Senin (20/5). Guna mengantisipasi kemungkinan lonjakan trafik saat masa mudik dan libur panjang Hari Raya Idul Fitri tahun ini, XL Axiata telah meningkatkan kapasitas jaringan hingga 2x di Sumatera. Foto: Hendra Syamhari

Antisipasi Trafik Selama Libur Lebaran, XL Axiata Tingkatkan Kualitas Jaringan

Teknisi XL Axiata melakukan pemeliharaan perangkat BTS di sekitar Gerbang Tol Kemiri di ruas Tol Medan - Lubuk Pakam, Deli Serdang, Senin (20/5). Guna mengantisipasi kemungkinan lonjakan trafik saat masa mudik dan libur panjang Hari Raya Idul Fitri tahun ini, XL Axiata telah meningkatkan kapasitas jaringan hingga 2x di Sumatera. Foto: Hendra Syamhari

Teknisi XL Axiata melakukan pemeliharaan perangkat BTS di sekitar Gerbang Tol Kemiri di ruas Tol Medan – Lubuk Pakam, Deli Serdang, Senin (20/5). Guna mengantisipasi kemungkinan lonjakan trafik saat masa mudik dan libur panjang Hari Raya Idul Fitri tahun ini, XL Axiata telah meningkatkan kapasitas jaringan hingga 2x di Sumatera. Foto: Hendra Syamhari

MEDAN-IMAJI PERTIWI: PT XL Axiata Tbk (XL) terus meningkatkan kualitas jaringan data di seluruh wilayah, termasuk Pulau Sumatera dan sekitarnya. Penguatan jaringan data ini seiring dengan tumbuhnya traffic dan berkembangnya jumlah pelanggan serta persiapan dalam rangka menyambut libur panjang Lebaran 2019.
Group Head XL Axiata West Region, Francky Rinaldo Pakpahan mengatakan, di wilayah tersebut sudah terdapat lebih dari 21 ribu BTS, termasuk di antaranya lebih dari 5.000 BTS 4G. Total jumlah pelanggan mencapai 16% dari total pelanggan XL Axiata.

“Selama setahun terakhir, trafik data di seluruh Sumatera tercatat naik sekitar 85%, pelanggan bertambah 20%. Pertumbuhan ini tentu perlu kami imbangi dengan pembangunan infrastruktur jaringan secara memadai agar kualitas layanan tetap prima”, ujar Francky di Medan, Senin (20/5).

IMG_5493
Dikatakan hampir semua wilayah Sumatera, trafik layanan data tumbuh signifikan. Seperti yang terjadi secara nasional, pertumbuhan kinerja XL Axiata West Region terutama karena kepuasan pelanggan atas kualitas layanan yang terus meningkat. Hal ini terbukti karena berimbangnya kualitas jaringan dan berbagai penawaran produk layanan data yang memang sesuai dengan kebutuhan pelanggan di semua segmen melalui brand XL dan AXIS.

Khusus untuk menyambut masa libur panjang Lebaran tahun ini, XL Axiata West Region telah secara serius melakukan persiapan baik dari sisi jaringan maupun produk layanan.

“Kapasitas jaringan di seluruh Sumatera rata-rata kami tingkatkan menjadi 2x lipat untuk antisipasi kenaikan trafik. Kami perkirakan akan terjadi kenaikan trafik data rata-rata sekitar 30% dari trafik hari normal. Sementara itu, kenaikan trafik tertinggi biasanya ada di area Deli Serdang, Medan, Langkat dan Lampung,” katanya.

IMG_5510
Untuk jaringan, ungkap Francky, selain peningkatan kapasitas sesuai kebutuhan, XL Axiata juga telah menyiapkan dukungan Mobile BTS (MBTS) di wilayah yang membutuhkan. MBTS yang sudah disiapkan antara lain kawasan seputaran Danau Toba, Pelabuhan Sumanindo, Ajibata, Simalem Resort, Pantai Cermin, Balige serta Berastagi yang menjadi tujuan wisata serta jalur mudik di Sumatera Utara.

“Trafik data terus meningkat di Sumatera dan bertambahnya pelanggan XL Axiata di Sumatera ini juga berkat bantuan teman-teman media yang sudah membantu menginformasikan XL Axiata kepada masyarakat luas”, tuturnya. Hendra Syamhari

 999 total views

AXIS Luncurkan Paket Terbaik untuk Anak Muda Paket dengan Unlimited Gaming Pertama di Indonesia

Axis Unlimited Paket Gaming Pertama di Indonesia

AXIS Luncurkan Paket Terbaik untuk Anak Muda Paket dengan Unlimited Gaming Pertama di Indonesia

AXIS Luncurkan Paket Terbaik untuk Anak Muda Paket dengan Unlimited Gaming Pertama di Indonesia

Medan, Imaji Pertiwi –  PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus meningkatkan manfaat produk layanan sesuai dengan kebutuhan para pelanggan. Untuk memenuhi kebutuhan segmen anak muda atas layanan internet cepat dengan kuota yang besar, melalui brand AXIS, XL Axiata meluncurkan Paket OWSEM dengan tambahan berbagai benefit baru, dan paket ini merupakan paket pertama dengan Unlimited Gaming di Indonesia. Pada paket yang baru ini, selain kuota yang besar, pelanggan akan mendapatkan harga yang terjangkau, serta berbagai akses ke sejumlah aplikasi media sosial hingga games.

Chief Marketing Officer XL Axiata David Arcelus Oses mengatakan, “Segmen anak muda in‘i memiliki karakter yang khas dalam mengakses internet dan layanan digital, berbeda dengan segmen lain. Karena itu, AXIS akan selalu mengikuti apa yang mereka inginkan, yang bisa membuat mereka nyaman. Kami yakin, dengan keleluasaan mereka untuk akses internet, mereka pun dapat menjadi lebih produktif dan kreatif. Melalui Paket OWSEM yang baru ini kami menjawab keinginan mereka.”

Pada paket OWSEM baru, pelanggan bisa mendapatkan benefit berupa kuota utama, kuota malam, kuota sosial media, kuota musik dan unlimited gaming. Kuota malam hanya berlaku untuk akses internet di malam hari antara pukul 00.00 hingga 06.00. Sedangakan kuota sosial media berlaku untuk akses aplikasi media sosial Instagram, Facebook, Twitter, dan TikTok. Untuk kuota musik, pelanggan dapat menggunakannya untuk mengakses aplikasi musik JOOX dan Smule. Selanjutnya unlimited gaming dapat digunakan untuk akses beragam Ilayanan games diantaranya, Mobile Legends, AoV, Free Fire, Vain Glory, Asphlat 9, Modern Combat 5, dan HAGO.

Paket OWSEM yang paling sesuai dengan anak muda adalah paket 24GB dengan harga Rp 51.900. Paket ini terdiri dari kuota SGB kuota utama, QGB kuota malam, 6GB kuota sosial media, 6GB kuota musik, dan unlimited gaming. Selain paket ini, pelanggan juga dapat menikmati varian paket OWSEM la’innya. Untuk detail mengenai paketnya dapat dilihat di website www.axisnet.id/owsem.

Paket OWSEM ini bisa pelanggan setia AXIS dapatkan mulai 9 Mei 2019 di aplikasi AXISnet dan menu UMB *123# dan mulai 13 Mei 2019 di toko pulsa terdekat. Paket ini berlaku untuk pelanggan lama maupun pelanggan baru.

Tidak hanya memberikan produk yang dapat menjawab keinginan pelanggan, AXIS juga memberikan promo-promo menarik yang dapat dinikmati oleh pelanggan lama maupun pelanggan baru. Antara lain adalah Rabu Rawit promo khusus di hari Rabu, Jum’at Baik promo khusus di Jumat, serta Weekend Seru promo khusus di Sabtu dan Minggu. Pelanggan juga bisa mendapatkan promo menarik Iainnya melalui apikasi AXISnet yang dapat diunduh di Google Play Store dan Apps Store. Untuk info mengenai AXIS lebih Ianjut, silahkan kunjungi www.axisnet.id. (IP/Hendra)

 1,221 total views,  2 views today

Dua siswi Sma Negeri 1 Medan,Menangkan perlombaan penelitian "Indonesia Fun Science Award" (8/4/19). Teliti tentang kesetiaan semut,dua siswi ini raih hadiah ke German.(IP/Ahmad Ridwan Nasution)

Teliti Kesetiakawanan Semut, 2 Siswi SMA Menang Lomba Sains ke Jerman

Dua siswi Sma Negeri 1 Medan,Menangkan perlombaan penelitian "Indonesia Fun Science Award" (8/4/19). Teliti tentang kesetiaan semut,dua siswi ini raih hadiah ke German.(IP/Ahmad Ridwan Nasution)

Dua siswi Sma Negeri 1 Medan,Menangkan perlombaan penelitian “Indonesia Fun Science Award” (8/4/19). Teliti tentang kesetiaan semut,dua siswi ini raih hadiah ke German.(IP/Ahmad Ridwan Nasution)

 

Medan, Ternyata semut hitam memiliki kesetiakawanan. Hal itu diketahui dari hasil penelitian dilakukan 2 Siswi SMA Negeri 1 Medan, yakni Zahra Annisa Fitri dan Nadya Khairussyfa dengan judul penelitian ‘Pengujian Kesetiaan Semut dan Makanan’.

Dua gadis berhijab ini, berhasil meraih juara I pada Indonesian Fun Science Award (IFSA). Prestasi terbaik itu berbuah kebanggaan dari pihak sekolah. Zahra dan Nadya mengikuti IFSA yang digelar Swiss German University di Tangerang, Banten, pada 9 Maret 2019. Atas pencapaian itu, mereka mendapatkan hadiah jalan-jalan seminggu ke Jerman.

 Zahra merupakan siswa kelas 12, sementara Nadya duduk di kelas 10. Keduanya dari SMA Negeri 1 Medan. Penelitian mereka lakukan dengan mengambil sampel semut di halaman belakang sekolah di Jalan T. Cik Ditiro, Medan.

“Kami hanya mengambil dan menangkap semut di halaman belakang sekolah saja,” ucap Zahra

Penelitian tersebut, dilakukan sejak 24 Februari 2019 lalu. Zahra dan Nadya terus mengamati tingkah laku semut dengan dilepas pada wadah kertas. Di dalamnya dibuat perangkap lem, sedangkan di sisinya yang lain ditempatkan makanan, berupa gula pasir dan nasi.

Zahra mengungkapkan, semakin banyak semut yang terperangkap, semakin banyak rekannya menolong. Terlihat dari para semut itu memilih menolong rekannya yang terjebak lem, ketimbang mengambil makanan yang tersedia di dalam wadah.

“Dari tiga percobaan yang kami lakukan. Kami menyimpulkan bahwa semut adalah hewan yang setia kawan, oleh karena itu amanat yang bisa kita ambil adalah kalau semut saja bisa setia kenapa manusia tidak?” tutur Zahra.

Nadya menjelaskan, penelitian dilakukan dengan dilatarbelakangi asumsi umum tentang semut sebagai makhluk setia kawan. Namun begitu, proses penilitian terus dikembangkan menjadi tulisan penelitian dan ikut diperlombakan pada IFSA.

“Untuk itu kami ingin membuktikan apakah kesetiakawanan semut ini memang benar seperti yang orang katakan atau sebaliknya,” kata Nadya.

Penelitian yang dilakukan Zahra dan Nadya ini akhirnya dinobatkan sebagai juara pertama lomba karya tulis ilmiah tingkat nasional. Dewan juri memberi nilai tinggi pada poster hasil penelitian yang menarik dan presentasi yang mantap di babak grand final.

“Kami berterima kasih kepada Kepala Sekolah, guru pembimbing atas bimbingan kepada kami. Sehingga kami mampu meraih prestasi ini,” ucap Zahra.

Zahra dan Nadya mengalahkan ratusan peserta lain, termasuk 20 finalis. Para peserta datang dari provinsi-provinsi yang ada di Indonesia. (IP/Ahmad Ridwan Nasution)

 1,098 total views,  2 views today

Seorang petani mengangkat hasil panen di perladangan yang berada di Desa Porwobinangun, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat,Sumatera Utara (8/4/19) ImajiPertiwi/Hendra Syamhari

Tahun 2020 Sumut Prioritas Pembangunan Perkebunan

Seorang petani mengangkat hasil panen di perladangan yang berada di Desa Porwobinangun, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat,Sumatera Utara (8/4/19) ImajiPertiwi/Hendra Syamhari

Seorang petani mengangkat hasil panen di perladangan yang berada di Desa Porwobinangun, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat,Sumatera Utara (8/4/19) ImajiPertiwi/Hendra Syamhari

Langkat, Pembangunan perkebunan menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) pada tahun 2020. Hal itu sesuai dengan visi misi Gubernur Sumut untuk Membangun Desa dan Menata Kota.

“Prioritas pembangunan perkebunan tahun 2020 sesuai sasaran prioritas Pemprov Sumut sesuai dengan visi misi Gubernur, Membangun Desa dan Menata Kota, dengan strategi pembangunan perkebunan yang diarahkan melalui strategi pengembangan sarana dan prasarana pendukung usaha perkebunan, penguatan kelembagaan perkebunan, perlindungan sumber daya perkebunan, pengembangan agro industri perkebunan dan peningkatan penerapan standarisasi perkebunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprov Sumut).

Saat ini, kata Sekda, subsektor perkebunan memegang peranan penting dalam perekonomian Sumut. Hal ini dapat dilihat dari kontribusi sektor perkebunan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) selama lima tahun terakhir. Dimana rata-rata kontribusi sektor perkebunan terhadap PDRB dan Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) Provinsi Sumut masing-masing sebesar 11,1% dan 13,5 %.

Lalu perkebunan juga menyerap tenaga kerja yang cukup signifikan, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukan angka 37,52 % tenaga kerja yang berkarya di sektor pertanian. Hal itu pun ditunjang lantaran luas lahan perkebunan yang cukup besar, mencapai 2.169.601,62 Ha.

Selanjutnya, pada tahun 2020 target yang akan dicapai adalah kontribusi dari produksi komoditas unggulan perkebunan seperti Kelapa Sawit, Karet, Kopi, Kelapa dan Kakao meningkat mencapai 11,17 %, yang pada tahun 2017 berhenti diangka 10,28%.

Untuk mewujudkan target tersebut, dibuatlah kebijakan operasional yang meliputi pengembangan komoditas nasional melalui penerapan budidaya yang baik, pengembangan kawasan pertanian nasional, pengembangan perbenihan tanaman perkebunan, penguatan kelembagaan perkebunan dan pengembangan teknologi panen, pasca panen dan pengolahan hasil. “ Yang semua itu dirumuskan melalui program Peningkatan Produksi, Nilai Tambah dan Daya Saing Komoditas Perkebunan,” kata Sabrina.

Kepala Dinas Perkebunan Sumut Herawati pun mengaku bahwa kegiatan ini berbeda dengan tahun tahun sebelumnya. “Lewat kegiatan ini, kita inginkan semua kegiatan perkebunan berbasis kawasan agar hasilnya lebih kelihatan, kegiatan perkebunan harus sinergitas antara hulu dan hilir, makanya kita juga undang eksportir, sehingga apa yang diingankan eksportir tentang standar kualitas untuk ekspor tersampaikan pada petani,”ucap Herawati.

Melalui Peraturan Menteri Pertanian, katanya, sudah ada penetapan kawasan strategis nasional, di Sumatera Utara ada komoditi kopi di empat daerah Sumatera Utara, yakni Humbang Hasudutan, Karo, Dairi dan Toba Samosir. “Pemerintah Provinsi pun bakal membentuk Kawasan Strategis Provinsi di dalam kawasan itu nanti sektor agrari menyatu danterpadu, di satu desa akan ada tanaman perkebunan, tanaman pangan dan perternakannya,” tutupnya. (IP/Hendra)

 

 940 total views

3_DY_8332 copy

Raih Asa dalam Keterbatasan

Terlahir dari keluarga yang cukup sederhana, putra yatim-piatu bernama Ahmat Faury menekuni profesinya sebagai tenaga pengajar atau dosen di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) usai menamatkan strata dua atau S-2 nya pada tahun 2010. 

Ahmat Faury (35) terlahir dengan kondisi cacat yang tidak memiliki tangan dan kaki. Tetapi penyandang disabilitas ini tak surut semangat  untuk menimba ilmu hingga kejenjang perkuliahan. Putra kelahiran 10 Oktober 1983 di Desa Pematang Buntung, Kabupaten Derdang Bedagai, Sumut ini menamatkan S-1 nya di UINSU kala itu bernama IAIN pada tahun 2006. Dan pada saat itu menjadi lulusan terbaik dari Jurusan Sariah. 

Semangatnya untuk menimba ilmu tidak hanya sampai di sini. Di tahun 2007, Ahmat Faury hijrah dari Sumut untuk melanjutkan pendidikan S-2 nya di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Pilihanya jatuh pada Fakultas Hukum, Prodi Hukum Pidana. Usai tamat dari UGM pada tahun 2010, kini Ahmat Faury mengikuti S-3 program doktor pendidikan pasca sarjana di UINSU.

Sebagai dosen dan juga staf ahli Rektor UINSU, Ahmat Faury sangat familiar di kalangan mahasiswa.  . Cerdas, bersahabat, dan tidak ada rasa rendah diri pada dirinya membuat para mahasiswa semakin akrab pada dosen disabilitas ini. Ilmu Hukum Pidana, Etika Profesi Hukum dan Pacasila adalah tiga mata kuliah yang dikuasainya untuk diajarkan kepada mahasiswa.

Di luar profesinya sebagai dosen UINSU, Ahmat Faury juga mendirikan komunitas bernama’Meja Inspirasi’ bersama beberapa temannya. Komunitas yang berisi orang-orang kreatif kerap menjadikannya sebagai pembicara atau motivator bagi mereka yang membutukan.

“Saya sebagai penyandang disabilitas meminta pemerintah untuk membentuk Komisi Nasional Disabilitas sebagai amanan Undang-Undang No. 8/2016 tentang para penyandang disabilitas. Sehingga kami sebagai orang cacat mendapat perhatian dan jaminan dari pemerintah”, pinta Ahmat Faury.

Selamat Hari Disabilitas Internasional, 3 Desember. (Ferdy)

 851 total views

Foto bersama Pengurus PFI Medan berfoto bersama manajemen PT Toba Pulp Lestari usai melakukan kunjungan dan hunting foto di Kecamatan Pemaksian, Tobasamosir. Kamis 22/11/ Dokumen PFI Medan

PFI Medan Hunting Foto ke Toba Pulp Lestari

Foto bersama Pengurus PFI Medan berfoto bersama manajemen PT Toba Pulp Lestari usai melakukan kunjungan dan hunting foto di Kecamatan Pemaksian, Tobasamosir. Kamis 22/11/ Dokumen PFI Medan

Foto bersama Pengurus PFI Medan berfoto bersama manajemen PT Toba Pulp Lestari usai melakukan kunjungan dan hunting foto di Kecamatan Pemaksian, Tobasamosir. Kamis 22/11/ Dokumen PFI Medan

TOBASA – Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kota Medan melakukan kunjungan ke PT Toba Pulp Lestari di Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba Samosir. Pada kunjungan yang berlangsung selama dua hari, 21-22 November 2018, sebanyak 10 pengurus PFI Kota Medan melakukan hunting foto ke beberapa tempat.

Di antaranya hutan kemenyan yang berada di kecamatan Bobor, Sumur Sisingamangaraja XI yang tengah di renovasi oleh PT TPL, pabrik pengolahan, dan pusat pembibitan PT TPL.

Assistant Manager Corporate Communication PT TPL Augusta Sirait mengatakan tujuan mengajak PFI Medan berkunjung ke perusahaan karena keinginan untuk menjalin hubungan dan kemitraan yang strategis dengan PFI.

“Karena PFI adalah organisasi jurnalis yang cukup penting di Indonesia maupun sumatera utara. Kami berharap kemitraan ini berkelanjutan,” kata Augusta, Kamis (22/11/2018).

Tempat perdana yang dikunjungi oleh PFI adalah Sumur Sisingamangaraja XI yang berada di kawasan konsesi PT TPL di Hutan Sektor Habinsaran. Menurut cerita warga tempat ini adalah salah satu tempat persembunyian Sisingamangaraja XI dan pasukannya pada masa penjajahan dulu.

Sumur ini digunakan untuk minum para pasukan dan kuda untuk bertempur.

“Sampai sekarang sumur ini masih sering digunakan oleh masyarakat Parmalim untuk ritual keagamaan dan hingga saat ini sumutnya tidak pernah kering. Jadi TPL berinisiatif untuk memugar tempat ini. Kita beri pagar dan kita buatkan lahan parkir agar warga mudah mengunjunginya,” jelas Augusta.

Tak jauh dari Sumur Sisingamangaraja XI terdapat hutan kemenyan binaan PT TPL. Luas hutan kemenyan ini berkisar 8 hektare.

Pada hari kedua, tim PFI Medan berkesempatan melihat proses produksi di pabrik TPL serta pengelolaan limbahnya.

Di tempat pengolahan limbah terdapat kolam ikan dan sejumlah binatang ternak lainnya yang hidup dari air hasil pengolahan limbah PT TPL.

Kunjungan terakhir adalah ke pusat pembibitan PT TPL yang luasnya sekitar 20 hektare. Di tempat inilah pembibitan Eucalyptus di lakukan sebelum ditanam ke hutan konsesi milik TPL.

“Kami ingin menunjukkan kepada PFI bahwa PT. TPL dalam operasionalnya selama ini sudah sesuai perundang-undangan yang berlaku dan limbahnya tidak berbahaya. Selain itu kami juga ingin memperlihatkan lokasi kerja kami memiliki tempat-tempat yang memang sangat menarik untuk diabadikan oleh fotografer. Kami sangat berterima kasih atas kehadiran rekan-rekan PFI di Tobasa,” ungkapnya.

Ketua PFI Medan, Rahmad Suryadi mengatakan

Kunjungan para pewarta foto yang tergabung dalam PFI Medan ke PT TPL ingin melihat secara langsung kondisi riil lingkungan khususnya kawasan hutan konsesi milik PT TPL. Dimana kita masih melihat tanaman kemenyan masih tetap dipertahankan di wilayah konsesi PT TPL.

“Hal tersebut membuktikan bahwa PT TPL masih menjaga keseimbangan hutan produksi dan hutan milik leluhur masyarakat di Tobasa,” ujar Rahmad Suryadi, Kamis (22/11/2018).

Kami berharap kondisi tersebut tetap terjaga demi kelestarian hutan dan ekosistem di kawasan Tobasa.

Di akhir kunjungan, PT TPL dan PFI Medan saling bertukar cenderamata. Pihak PFI Medan memberikan plakat kepada pihak PT TPL sebagai kenang-kenangan.

Sedangkan pihak PT TPL yang diwakili oleh Koordinator Humas Leonard Hutabarat dan Assistant Manager Coorporate Communication Augusta Sirait
memberikan cenderamata berupa kerajinan tangan dan jajanan hasil karya UKM di Tobasa yang dibina pihak PT TPL.(*)

 

 946 total views

Masjid Al Osmani_Hendra Syamhari_2

Wisata ‘Plural’ Labuhan

 

 

Menapakkan kaki ke Labuhan, Kota Medan, Sumatera Utara seperti meyakini kembali arti toleransi dalam praktik kehidupan manusia sesungguhnya. Berabad silam, tepatnya satu abad 46 tahun silam, (1854) berdiri sebuah masjid tua bersejarah peninggalan kejayaan kesultanan melayu abad ke 19.
Masjid bewarna kuning ini bernama Masjid Al Osmani. Karena lokasinya yang berada di daerah Labuhan maka sebagian masyarakat pun menyebutnya dengan sebutan Masjid Labuhan. Masjid ini adalah masjid tertua di kota Medan.Tiga puluh enam tahun kemudian atau tepatnya pada 1890, Vihara Siu San Keng selesai dibangun. Keberadaannya yang tak begitu jauh berjarak di sebrang Masjid Al Osmani, dan sama-sama berada di pinggir Jalan Kol Yos Sudarso, Km. 19, 5, Labuhan, Medan.
Vihara Siu San Keng juga merupakan salah satu vihara tertua di Kota Medan. Lokasi dua rumah ibadah yang berdekatan ini menjadi bukti betapa pluralnya masyarakat Kota Medan sejak dulu. Warna kuning mendominasi Masjid Al Osmani. Ini merupakan warna kebesaran kesultanan Melayu. Sultan Osman Perkasa Alam, Sultan Deli ke tujuh inilah yang pertama kali membangun Al Osmani. Putra beliau yang kemudian meneruskan tahtanya membangun masjid ini menjadi sebuah bangunan permanen yang masih berdiri kokoh hingga saat ini. Masjid yang telah berusia 164 tahun ini telah mengalami beberapa kali pemugaran terhadap bangunan masjid tanpa menghilangkan arsitektur asli yang merupakan perpaduan bangunan Timur Tengah, India, Spanyol, Melayu, dan China.
Sedangkan Vihara Siu San Keng yang lekat dengan ornamen-ornamen China berwarna merah, dalam sejarahnya dikisahkan pembangunannya dipimpin oleh Bapak Shia Eng Tjai yang beranggotakan 11 orang untuk membangun vihara ini. Menariknya jika mengunjungi vihara ini, kubah masjid Al Osmani bisa terlihat begitu jelas dari pelataran vihara. Seolah-olah kedua rumah ibadah ini berdiri berdampingan.
Meskipun usianya kian menua, namun masjid ini masih menunjukkan kemegahan pada zamannya. Sebuah mimbar dari kayu berukir, lampu gantung dari kristal menjadi ornamen yang memperindah bagian dalam masjid dan tidak ketinggalan Kentongan tanda masuknya waktu salat masih berfungsi dengan baik dan masih digunakan. Sebagai salah satu destinasi wisata di Kota Medan, Masjid Al Osmani dan Vihara Siu San Keng kerap didatangi wisatawan lokal maupun luar negeri.

Sembari menikmati keindahaan kedua rumah ibadah ini, sebuah pesan tentang toleransi dalam keberagaman masyarakat juga larut dalam perjalanan wisata ke Labuhan, Sumatera Utara.

Keberagaman tak mungkin bertahan tanpa toleransi. Pun sebaliknya, toleransi tak ada artinya tanpa keberagaman. Kota Medan adalah kota yang penuh toleransi. (Hendra Syamhari)

 

 

 949 total views,  2 views today