Minim Fasilitas,Segudang Prestasi

Posted by on Aug 31, 2018 in News | No Comments
Minim Fasilitas,Segudang Prestasi

Skateboarder Indonesia peraih medali perak Jason Dennis Lijnzaat (kiri) dan peraih perunggu Pevi Permana Putra (kanan) berpose usai menerima medali pada kelas taman putra Asian Games 2018 di arena roller sport Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (29/8). ANTARA FOTO/INASGOC/Rahmad Suryadi/thv/18

Skateboarder Indonesia peraih medali perak Jason Dennis Lijnzaat (kiri) dan peraih perunggu Pevi Permana Putra (kanan) berpose usai menerima medali pada kelas taman putra Asian Games 2018 di arena roller sport Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (29/8). ANTARA FOTO/INASGOC/Rahmad Suryadi/thv/18

IMAJIPERTIWI

Minim Fasilitas ? Ya itulah mungkin kata kata yang pantas di sematkan kepada Cabang Olahraga yang baru di akui di Asian Games yaitu Skateboard

Bukan tak ber alasan, penulis mencoba menilik fasilitas bermain papan terbang ini dari kota Medan, Sumatera Utara.

Sedari tahun 2010,penulis mengikuti beberapa kegiatan skateboarder di Medan. jangankan skatepark, hanya papan berbentuk tanjakan lah yang ada di beberapa tempat kegiatan mereka bermain skate. parahnya ini semua kebanyakan sumbangan dari Merk tertentu hingga para skateboarder patungan untuk membuat tanjakan tanjakan ini.

Lupakan saja Medan, Mari kita kembali ke Atlit Skateboard kita yang baru saja mengharumkan Negara Indonesia tercinta ini.

Skateboarder Indonesia Pevi Permana Putra melakukan gerakan trik pada final taman putra Asian Games 2018 di arena roller sport Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (29/8). ANTARA FOTO/INASGOC/Rahmad Suryadi/thv/18

Skateboarder Indonesia Pevi Permana Putra melakukan gerakan trik pada final taman putra Asian Games 2018 di arena roller sport Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (29/8). ANTARA FOTO/INASGOC/Rahmad Suryadi/thv/18

Pevi Permana, ya nama yang satu ini sudah tidak asing bagi para Skateboarder se antero Indonesia, bahkan di kelas Dunia nama Skateboarder asal Indonesia ini sudah cukup di kenal dan pernah menjuarai beberapa eksebisi di kelas Internasional.

Bermain Skate sejak tahun 1999, Pastilah getir pahit telah di lalui oleh Pevi, berbeda dengan 4 Atlit Skateboard lain nya yang bisa dibilang “junior” dari segi umur maupun pengalaman.

Skate sendiri bagi Pevi sudah menjadi Bagian yang tidak terlepaskan dari Hidupnya, apalagi sudah memutuskan untuk menjadi profesional skateboarder yang telah dikontrak oleh salah satu brand ternama untuk produk skate.

Prestasi ini digapai Pevi sendiri bukan diraih dari jerih payah Negara, walaupun cabang olahraga Skate ini sendiri telah memiliki sebuah Asosiasi di Indonesia.

Skateboarder Indonesia Bunga Nyimas melakukan gerakan trik pada final taman putri Asian Games 2018 di arena roller sport Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (29/8). ANTARA FOTO/INASGOC/Rahmad Suryadi/thv/18

Skateboarder Indonesia Bunga Nyimas melakukan gerakan trik pada final taman putri Asian Games 2018 di arena roller sport Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (29/8). ANTARA FOTO/INASGOC/Rahmad Suryadi/thv/18

Jauh dari kata layak ? ya mungkin ini kata kata yang sedikit sopanlah di tujukan untuk Olahraga ekstrim satu ini.

Kurang lebih ada sebanyak 3 juta orang Skateboarder di Indonesia, Namun untuk fasilitas skate park sendiri bisa di hitung dengan jari daerah daerah yang memiliki itu, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Jakarta mungkin itulah beberapa kota yang memiliki skatepark. 

Bahkan kota tempat Pevi mengukir prestasi sendiri hanya ada beberapa skatepark dan itupun bukan fasilitas yang dibangun oleh Pemerintah,melainkan milik pribadi yang tiap bermain itu skateboarder harus membayar.

Dikarenakan kecintaan terhadap Skateboard, Pevi dan skateboarder lain nya tetap berlatih dengan se maksimal mungkin walaupun fasilitas penunjang tidak memadai.

Tak jarang Pevi berangkat pergi keluar Negeri hanya sekedar untuk meng upgrade ilmu bermain skate nya, dikarenakan arena bermain di luar sana sangat lengkap dan Pevi sendiri bisa belajar dari Skater kelas Dunia.

Skateboarder Indonesia Aldwien Angkawidjaya melakukan gerakan trik pada final jalanan putra Asian Games 2018 di arena roller sport Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (29/8). ANTARA FOTO/INASGOC/Rahmad Suryadi/THV/18

Skateboarder Indonesia Aldwien Angkawidjaya melakukan gerakan trik pada final jalanan putra Asian Games 2018 di arena roller sport Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (29/8). ANTARA FOTO/INASGOC/Rahmad Suryadi/THV/18

Ada hal menarik ketika Pevi Permana berangkat menuju Amerika untuk mengikuti gelaran Skate kelas dunia yaitu Dew Tour pada Tahun 2009.

Bukan Sembarang, Pevi bermain bersama skateboarder kelas dunia yang namanya sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat umum apalagi para skateboarder.

Tony Hawk, Ryan Sheckler, Tony Trujillo, Paul Rodriguez, David Gonzalez,Eric Koston ya itu mungkin sederet nama Profesional Skateboarder yang bermain bersama Pevi dan tentu masih banyak lagi.

Yang paling mengejutkan Pevi berhasil mengalahkan peringkat pemain pro yang sudah lama berkecimpung di dunia skateboard tingkat internasional salah satunya Eric Koston.

Dan lagi lagi, ini semua di peroleh dan dihasilkan nya dari jerih payah nya sendiri bukan dari Negara ini, kemana badan atau asosiasi yang sudah menaungi Skateboard ?

Skateboarder Indonesia Bunga Nyimas menunjukkan medali perunggu yang diraihnya pada kelas jalanan putri Asian Games 2018 di arena roller sport Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (29/8). ANTARA FOTO/INASGOC/Rahmad Suryadi/thv/18

Skateboarder Indonesia Bunga Nyimas menunjukkan medali perunggu yang diraihnya pada kelas jalanan putri Asian Games 2018 di arena roller sport Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (29/8). ANTARA FOTO/INASGOC/Rahmad Suryadi/thv/18

Hingga ada satu perkataan Pevi yang menurut penulis wajar wajar saja di lontarkan dirinya pada saat berada di Amerika, dan perkataan itu dikutip penulis dari kaskus.co.id begini bunyinya “Saya tidak akan mengharumkan nama Indonesia, tapi saya akan mengharumkan dunia Skateboard Indonesia”.

Kenapa seorang pengharum bangsa bisa mengatakan hal demikian? tentunya ini untuk pelajaran kepada Pemerintah Indonesia yang kurang peduli terhadap Olahraga luar biasa ini.

Dan lagi lagi di Negara Sendiri, para skateboarder mengharumkan nama Negara melalui perolehan medali di gelaran Asian Games 2018.

Skateboarder Indonesia Sanggoe Darma Tanjung berpose usai menerima medali perak pada kelas jalanan putra Asian Games 2018 di arena roller sport Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (29/8). ANTARA FOTO/INASGOC/Rahmad Suryadi/thv/18

Skateboarder Indonesia Sanggoe Darma Tanjung berpose usai menerima medali perak pada kelas jalanan putra Asian Games 2018 di arena roller sport Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (29/8). ANTARA FOTO/INASGOC/Rahmad Suryadi/thv/18

Tidak hanya Pevi Permana, ada Jason Dennis Lijnzaat, Sanggoe Darma Tanjung, Nyimas Bunga Cinta, dan si lucu Aliqqa Noverry yang membanggakan jutaan Skaterboarder di Indonesia.

Dengan berakhirnya Gelaran Olahraga terbesar di Asia ini, diharapkan semangat untuk terus berlatih tetap berkobar seperti api asian games yang tidak pernah mati, serta tidak lupa segala fasilitas pendukung segera di lengkapi, jika sudah ada dan belum memenuhi standart silahkan di renovasi, karena ini semata untuk membanggakan negara INDONESIA !!!

(Foto oleh Rahmad Suryadi/INASGOC, Teks Ahmad Ridwan Nasution)

591 total views, 3 views today

Share with:

Facebook

TwitterGoogle