Pasukan Elit PLN, Aman Bekerja Saat Listrik Bertegangan Tinggi

Posted by on Nov 21, 2019 in News | No Comments

 

IMAJIPERTIWI/MEDAN: Perusahaan Listrik Negara (PLN) kini telah memiliki pasukan elit seperti halnya institusi dan organisasi pemerintahan lainnya. Mereka dijuluki Pasukan PDKB (Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan).

Pasukan elit perusahaan ‘plat merah’ ini terlatih melakukan pemeliharaan, perbaikan, dan penggantian isolator, konduktor maupun komponen lainnya pada jaringan listrik yang masih aktif.

Dikutip dari pln.co.id, Elit milik perusahaan ‘plat merah’ini terlatih melakukan pemeliharaan, perbaikan, dan penggantian isolator, konduktor maupun komponen lainnya pada jaringan listrik tanpa memadamkan aliran listrik, sehingga masyarakat Indonesia dapat tetap menikmati listriknya. Hingga saat ini (Agustus 2019) PLN memiliki sebanyak 1321 pasukan PDKB yang tersebar se-Indonesia, terbagi menjadi PDKB Tegangan Extra Tinggi (TET) dan Tegangan Tinggi (TT) sebanyak 351 personil, Tegangan Menengah (TM) sebanyak 970 personel.

Pasukan PDKB memiliki berbagai sertifikasi, diantaranya sertifikasi internal PLN, Sertifikasi internasional dari Omaka New Zealand dan Terex Ritz Brazil, sertifikasi Direktur Jenderal Ketenagalistrikan (DJK) Kementerian ESDM terkait bidang dan level kompetensinya.

Awak Imaji Pertiwi sendiri sudah menyaksikan pasukan elit ini bekerja di sejumlah jalanan Kota Medan, beberapa waktu lalu. Cukup mengagumkan, baik dari fasilitas dan teknis kerja yang mereka lakukan. Pasukan PDKB ini memiliki pedoman K3 atau kesehatan, keamanan dan keselamatan dalam bekerja berupa K3 Personil, K3 Peralatan dan K3 Instalasi. K3 personil memakai peralatan Alat Pelindung Diri (APD), yaitu Wear pack ( pakaian kerja ), Conductive suit complete, Conductive shoes, Helm, Safety shoes, Safety gloves, Safety glasses, Lanyard, Harnes, Handy Talky, Rompi Pengawas pekerjaan, Rompi Pengawas K3, termasuk melakukan General Check Up dan dinyatakan lulus untuk bekerja.

Pasukan PDKB yang bekerja harus memahami tanggung jawab masing-masing, mengidentifikasi pekerjaan mereka, melaksanakan Job Safety Analysis (JSA), serta menentukan langkah yang akan diambil untuk antisipasi bahaya. Tidak hanya itu, mereka wajib melaporkan kondisi fisik mereka jika mulai kelelahan, sakit mendadak dan terjadi cidera saat melakukan pekerjaan kepada Pengawas K3.

Mereka juga harus mematuhi Instruksi Kerja yang sesuai dengan SOP, jarak aman minimum saat bekerja agar pekerjaan terlaksana dengan aman dan lancar. Kondisi personil juga harus dipastikan sehat baik fisik maupun mental dengan mengisi blangko Kesiapan Pelaksana Dan Pembagian Tugas. (IP/Hendra Syamhari)

69 total views, 3 views today

Share with:

Facebook

TwitterGoogle