Buaya Mati (2)

Buaya asal Singkil Mati Usai 20 Hari Perawatan di BKSDA Aceh

Buaya Mati (1)

Petugas BKSDA memeriksa keadaan buaya yang mati di Aceh (2/5) (Chek/Imaji Pertiwi)

Banda Aceh, (Imaji Pertiwi) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh  mengebumikan Seekor buaya Jantan yang  berbobot 800 kilogram dengan panjang panjang sekitar 4,96 meter.

Kepala BKSDA Aceh  Sapto Aji Prabowo, mengatakan dari hasil pemeriksaan dari dokter buaya tersebut mati karena infeksi luka di dalam  mulutnya.

“Buaya ini kita lihat tidak bergerak lagi, Kemaren (Senin (1/5) ) tadi pagi kita datangkan dokter untuk pastikan apakah buaya ini masih hidup atau sudah mati, dari hasil pemeriksaan telah mati,” Sebut Sapto, Selasa (2/5) disela melakukan penanaman terhadap buaya ini di pingiran gedung utama Kantor BKSDA Lamtemen, Banda Aceh.

Buaya Mati (2)

Petugas BKSDA mengeluarkan buaya yang mati di Aceh (2/5) (Chek/Imaji Pertiwi)

Dikatakannya, Buaya  ini mengalami Iinfeksi karena mata pancing yang digunakan untuk menangkap buaya ini terlalu besar, sehingga menyebab mulut buaya luka parah.

“Disini dia hilang kehilangan nafsu makan.  kita paksa suapin sudah,” katanya.

Menurut Sapto, bedasarkan pengalaman penanganan buaya, memang buaya yang tertangkap karena terjerat mata pancing sangat rendah kemungkinannya bisa bertahan hidup.

Buaya Mati (3)

Petugas BKSDA menguburkan buaya yang mati di Aceh (2/5) (Chek/Imaji Pertiwi)

Sementara itu, buaya ini di tangkap  Warga  Rantau Gedang,  Kabupaten Aceh Singkil, dengan cara tak biasa. Mereka menangkapnya dengan menggunakan pancing dan, sebagai umpan, ditaruh bebek. Dan mata pancingnya pun terbuat dari besi ukuran 10.  Anehnya lagi saat BKSDA Aceh hendak mengambil buaya tersebut, warga sempat meminta BKSDA membayar ganti rugi sebesar Rp 5 juta.

Penangkapan buaya ini  dilakukan warga Sabtu 8 April 2017 lalu. Kemudian Minggu (9/4).  Diketahui dan Ketika tim BKSDA tiba di lokasi, masih ada mata pancing di kerongkongan buaya tersebut. Pada hari itu buaya ini langsung dievakuasi ke kantor BKSDA Aceh di Banda Aceh tiba di Banda Aceh tanggal 12 April 2017, sejak itu Buaya ini di karantina di BKSDA Aceh dan pada hari ini buaya ini mati. (Chek/Imaji Pertiwi)

 

 1,673 total views,  2 views today

kukang-sumatera-3

ISCP Sita Kukang Sumatera Peliharaan Warga

kukang-sumatera-1

 

Imaji Pertiwi – Medan. Indonesia Species Conservation Program (ISCP) Medan hari ini (2/12/2016) menyita satu ekor Kukang Sumatera (Nycticebus Coucang) dari seorang warga di Medan, Sumatera Utara. Warga menghubungi ISCP untuk mengambil Kukang Sumatera, mengingat Kukang Sumatera merupakan salah satu satwa yang dilindungi.

kukang-sumatera-2

Sebelum nya ISCP memposting tentang pengembalian Kukang Sumatera di Medan beberapa waktu lalu, “kita kemarin unggah tentang pengembalian kukang sumatera oleh warga di daerah pencawan, dari situ lah bapak ini tau info nya” ujar Rudi salah satu petugas ISCP.

kukang-sumatera-3

Kukang Sumatera yang disita oleh ISCP ini kemudian akan dilepasliarkan di kawasan Sibolangit, Sumatera Utara. “Sibolangit merupakan salah satu habitat dari Kukang Sumatera ini, jadi nanti kita lepaskan disana Kukang yang hari ini kita sita” Jelas Rudi. (Imaji Pertiwi/Ahmad Ridwan Nasution)

 796 total views