AXIS Luncurkan Paket Terbaik untuk Anak Muda Paket dengan Unlimited Gaming Pertama di Indonesia

Axis Unlimited Paket Gaming Pertama di Indonesia

AXIS Luncurkan Paket Terbaik untuk Anak Muda Paket dengan Unlimited Gaming Pertama di Indonesia

AXIS Luncurkan Paket Terbaik untuk Anak Muda Paket dengan Unlimited Gaming Pertama di Indonesia

Medan, Imaji Pertiwi –  PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus meningkatkan manfaat produk layanan sesuai dengan kebutuhan para pelanggan. Untuk memenuhi kebutuhan segmen anak muda atas layanan internet cepat dengan kuota yang besar, melalui brand AXIS, XL Axiata meluncurkan Paket OWSEM dengan tambahan berbagai benefit baru, dan paket ini merupakan paket pertama dengan Unlimited Gaming di Indonesia. Pada paket yang baru ini, selain kuota yang besar, pelanggan akan mendapatkan harga yang terjangkau, serta berbagai akses ke sejumlah aplikasi media sosial hingga games.

Chief Marketing Officer XL Axiata David Arcelus Oses mengatakan, “Segmen anak muda in‘i memiliki karakter yang khas dalam mengakses internet dan layanan digital, berbeda dengan segmen lain. Karena itu, AXIS akan selalu mengikuti apa yang mereka inginkan, yang bisa membuat mereka nyaman. Kami yakin, dengan keleluasaan mereka untuk akses internet, mereka pun dapat menjadi lebih produktif dan kreatif. Melalui Paket OWSEM yang baru ini kami menjawab keinginan mereka.”

Pada paket OWSEM baru, pelanggan bisa mendapatkan benefit berupa kuota utama, kuota malam, kuota sosial media, kuota musik dan unlimited gaming. Kuota malam hanya berlaku untuk akses internet di malam hari antara pukul 00.00 hingga 06.00. Sedangakan kuota sosial media berlaku untuk akses aplikasi media sosial Instagram, Facebook, Twitter, dan TikTok. Untuk kuota musik, pelanggan dapat menggunakannya untuk mengakses aplikasi musik JOOX dan Smule. Selanjutnya unlimited gaming dapat digunakan untuk akses beragam Ilayanan games diantaranya, Mobile Legends, AoV, Free Fire, Vain Glory, Asphlat 9, Modern Combat 5, dan HAGO.

Paket OWSEM yang paling sesuai dengan anak muda adalah paket 24GB dengan harga Rp 51.900. Paket ini terdiri dari kuota SGB kuota utama, QGB kuota malam, 6GB kuota sosial media, 6GB kuota musik, dan unlimited gaming. Selain paket ini, pelanggan juga dapat menikmati varian paket OWSEM la’innya. Untuk detail mengenai paketnya dapat dilihat di website www.axisnet.id/owsem.

Paket OWSEM ini bisa pelanggan setia AXIS dapatkan mulai 9 Mei 2019 di aplikasi AXISnet dan menu UMB *123# dan mulai 13 Mei 2019 di toko pulsa terdekat. Paket ini berlaku untuk pelanggan lama maupun pelanggan baru.

Tidak hanya memberikan produk yang dapat menjawab keinginan pelanggan, AXIS juga memberikan promo-promo menarik yang dapat dinikmati oleh pelanggan lama maupun pelanggan baru. Antara lain adalah Rabu Rawit promo khusus di hari Rabu, Jum’at Baik promo khusus di Jumat, serta Weekend Seru promo khusus di Sabtu dan Minggu. Pelanggan juga bisa mendapatkan promo menarik Iainnya melalui apikasi AXISnet yang dapat diunduh di Google Play Store dan Apps Store. Untuk info mengenai AXIS lebih Ianjut, silahkan kunjungi www.axisnet.id. (IP/Hendra)

 1,219 total views

Dua siswi Sma Negeri 1 Medan,Menangkan perlombaan penelitian "Indonesia Fun Science Award" (8/4/19). Teliti tentang kesetiaan semut,dua siswi ini raih hadiah ke German.(IP/Ahmad Ridwan Nasution)

Teliti Kesetiakawanan Semut, 2 Siswi SMA Menang Lomba Sains ke Jerman

Dua siswi Sma Negeri 1 Medan,Menangkan perlombaan penelitian "Indonesia Fun Science Award" (8/4/19). Teliti tentang kesetiaan semut,dua siswi ini raih hadiah ke German.(IP/Ahmad Ridwan Nasution)

Dua siswi Sma Negeri 1 Medan,Menangkan perlombaan penelitian “Indonesia Fun Science Award” (8/4/19). Teliti tentang kesetiaan semut,dua siswi ini raih hadiah ke German.(IP/Ahmad Ridwan Nasution)

 

Medan, Ternyata semut hitam memiliki kesetiakawanan. Hal itu diketahui dari hasil penelitian dilakukan 2 Siswi SMA Negeri 1 Medan, yakni Zahra Annisa Fitri dan Nadya Khairussyfa dengan judul penelitian ‘Pengujian Kesetiaan Semut dan Makanan’.

Dua gadis berhijab ini, berhasil meraih juara I pada Indonesian Fun Science Award (IFSA). Prestasi terbaik itu berbuah kebanggaan dari pihak sekolah. Zahra dan Nadya mengikuti IFSA yang digelar Swiss German University di Tangerang, Banten, pada 9 Maret 2019. Atas pencapaian itu, mereka mendapatkan hadiah jalan-jalan seminggu ke Jerman.

 Zahra merupakan siswa kelas 12, sementara Nadya duduk di kelas 10. Keduanya dari SMA Negeri 1 Medan. Penelitian mereka lakukan dengan mengambil sampel semut di halaman belakang sekolah di Jalan T. Cik Ditiro, Medan.

“Kami hanya mengambil dan menangkap semut di halaman belakang sekolah saja,” ucap Zahra

Penelitian tersebut, dilakukan sejak 24 Februari 2019 lalu. Zahra dan Nadya terus mengamati tingkah laku semut dengan dilepas pada wadah kertas. Di dalamnya dibuat perangkap lem, sedangkan di sisinya yang lain ditempatkan makanan, berupa gula pasir dan nasi.

Zahra mengungkapkan, semakin banyak semut yang terperangkap, semakin banyak rekannya menolong. Terlihat dari para semut itu memilih menolong rekannya yang terjebak lem, ketimbang mengambil makanan yang tersedia di dalam wadah.

“Dari tiga percobaan yang kami lakukan. Kami menyimpulkan bahwa semut adalah hewan yang setia kawan, oleh karena itu amanat yang bisa kita ambil adalah kalau semut saja bisa setia kenapa manusia tidak?” tutur Zahra.

Nadya menjelaskan, penelitian dilakukan dengan dilatarbelakangi asumsi umum tentang semut sebagai makhluk setia kawan. Namun begitu, proses penilitian terus dikembangkan menjadi tulisan penelitian dan ikut diperlombakan pada IFSA.

“Untuk itu kami ingin membuktikan apakah kesetiakawanan semut ini memang benar seperti yang orang katakan atau sebaliknya,” kata Nadya.

Penelitian yang dilakukan Zahra dan Nadya ini akhirnya dinobatkan sebagai juara pertama lomba karya tulis ilmiah tingkat nasional. Dewan juri memberi nilai tinggi pada poster hasil penelitian yang menarik dan presentasi yang mantap di babak grand final.

“Kami berterima kasih kepada Kepala Sekolah, guru pembimbing atas bimbingan kepada kami. Sehingga kami mampu meraih prestasi ini,” ucap Zahra.

Zahra dan Nadya mengalahkan ratusan peserta lain, termasuk 20 finalis. Para peserta datang dari provinsi-provinsi yang ada di Indonesia. (IP/Ahmad Ridwan Nasution)

 1,096 total views

Seorang petani mengangkat hasil panen di perladangan yang berada di Desa Porwobinangun, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat,Sumatera Utara (8/4/19) ImajiPertiwi/Hendra Syamhari

Tahun 2020 Sumut Prioritas Pembangunan Perkebunan

Seorang petani mengangkat hasil panen di perladangan yang berada di Desa Porwobinangun, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat,Sumatera Utara (8/4/19) ImajiPertiwi/Hendra Syamhari

Seorang petani mengangkat hasil panen di perladangan yang berada di Desa Porwobinangun, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat,Sumatera Utara (8/4/19) ImajiPertiwi/Hendra Syamhari

Langkat, Pembangunan perkebunan menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) pada tahun 2020. Hal itu sesuai dengan visi misi Gubernur Sumut untuk Membangun Desa dan Menata Kota.

“Prioritas pembangunan perkebunan tahun 2020 sesuai sasaran prioritas Pemprov Sumut sesuai dengan visi misi Gubernur, Membangun Desa dan Menata Kota, dengan strategi pembangunan perkebunan yang diarahkan melalui strategi pengembangan sarana dan prasarana pendukung usaha perkebunan, penguatan kelembagaan perkebunan, perlindungan sumber daya perkebunan, pengembangan agro industri perkebunan dan peningkatan penerapan standarisasi perkebunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprov Sumut).

Saat ini, kata Sekda, subsektor perkebunan memegang peranan penting dalam perekonomian Sumut. Hal ini dapat dilihat dari kontribusi sektor perkebunan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) selama lima tahun terakhir. Dimana rata-rata kontribusi sektor perkebunan terhadap PDRB dan Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) Provinsi Sumut masing-masing sebesar 11,1% dan 13,5 %.

Lalu perkebunan juga menyerap tenaga kerja yang cukup signifikan, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukan angka 37,52 % tenaga kerja yang berkarya di sektor pertanian. Hal itu pun ditunjang lantaran luas lahan perkebunan yang cukup besar, mencapai 2.169.601,62 Ha.

Selanjutnya, pada tahun 2020 target yang akan dicapai adalah kontribusi dari produksi komoditas unggulan perkebunan seperti Kelapa Sawit, Karet, Kopi, Kelapa dan Kakao meningkat mencapai 11,17 %, yang pada tahun 2017 berhenti diangka 10,28%.

Untuk mewujudkan target tersebut, dibuatlah kebijakan operasional yang meliputi pengembangan komoditas nasional melalui penerapan budidaya yang baik, pengembangan kawasan pertanian nasional, pengembangan perbenihan tanaman perkebunan, penguatan kelembagaan perkebunan dan pengembangan teknologi panen, pasca panen dan pengolahan hasil. “ Yang semua itu dirumuskan melalui program Peningkatan Produksi, Nilai Tambah dan Daya Saing Komoditas Perkebunan,” kata Sabrina.

Kepala Dinas Perkebunan Sumut Herawati pun mengaku bahwa kegiatan ini berbeda dengan tahun tahun sebelumnya. “Lewat kegiatan ini, kita inginkan semua kegiatan perkebunan berbasis kawasan agar hasilnya lebih kelihatan, kegiatan perkebunan harus sinergitas antara hulu dan hilir, makanya kita juga undang eksportir, sehingga apa yang diingankan eksportir tentang standar kualitas untuk ekspor tersampaikan pada petani,”ucap Herawati.

Melalui Peraturan Menteri Pertanian, katanya, sudah ada penetapan kawasan strategis nasional, di Sumatera Utara ada komoditi kopi di empat daerah Sumatera Utara, yakni Humbang Hasudutan, Karo, Dairi dan Toba Samosir. “Pemerintah Provinsi pun bakal membentuk Kawasan Strategis Provinsi di dalam kawasan itu nanti sektor agrari menyatu danterpadu, di satu desa akan ada tanaman perkebunan, tanaman pangan dan perternakannya,” tutupnya. (IP/Hendra)

 

 940 total views

Relawan dari Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan, Hendra Syamhari berbagi pengalaman seputar foto jurnalistik dalam program "Cerita Permata" di SD Negeri 060831, Jalan Sei Batang Hari,Medan, Sumatera Utara (5/10)  (PFI MEDAN / Andi Rambe)

Ketika Pewarta Berbagi Pengalaman

Relawan dari Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan, Hendra Syamhari berbagi pengalaman seputar foto jurnalistik dalam program "Cerita Permata" di SD Negeri 060831, Jalan Sei Batang Hari,Medan, Sumatera Utara (5/10)  (PFI MEDAN / Andi Rambe)

Relawan dari Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan, Hendra Syamhari berbagi pengalaman seputar foto jurnalistik dalam program “Cerita Permata” di SD Negeri 060831, Jalan Sei Batang Hari,Medan, Sumatera Utara (5/10) (PFI MEDAN / Andi Rambe)

Imaji Pertiwi, (Medan) Pewarta Foto Indonesia (PFI Medan) bekerjasama dengan Permata Bank menggelar kegiatan “Cerita Permata” di SD Negeri 060831, Jalan Sei Batang Hari,Medan, Sumatera Utara (5/10)

 

Kegiatan bertajuk Cinta & Empati Dari Kita ini di aplikasikan pewarta dengan cara mengajar dan berbagi pengalaman khususnya di dunia fotografi jurnalistik dan video jurnalistik.

 

Hendra Broetal bendahara PFI Medan turut menjadi inspirator dalam kegiatan ini, anak anak sekolah dasar cukup antusias dengan pengalaman yang dibagikan oleh Hendra, tidak melulu soal teknis, Hendra mengajarkan bahwa semua profesi memiliki nilai kebaikan tersendiri

 

“Apapun profesinya yang penting adalah kita bisa bermanfaat bagi banyak orang dan lingkungan,contohnya profesi jurnalistik yang mengabadikan sebuah momen bencana alam, dimana foto tersebut dapat menggugah perasaan pembaca hingga timbul rasa untuk berdonasi, disitulah satu kepuasan saya tersendiri ketika menjadi foto jurnalis” Jelas hendra

 

Acara ini digelar secara serempak di 50 kota di seluruh Indonesia bersama perwakilan Otoritas jasa Keuangan, Bank Indonesia, dan komunitas sekolah. Kegiatan ini sejalan dengan rangkaian kegiatan “Bulan Inklusi Keuangan” yang digagas OJK untuk mewujudkan akses keuangan dan literasi keuangan yang lebih luas bagi semua golongan masyarakat. (IP/ARN)

 

 986 total views,  1 views today

Pengurus PFI Medan (dari Kiri) Hermansyah, Hendra Broetal, Risky Cahyadi dan Marketing Communication ACT Ilham saat tiba di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Selasa (11/09). (Dok PFI Medan)

PFI Medan dan ACT Sumut Lakukan Aksi Sosial Di Lombok

Pengurus PFI Medan (dari Kiri) Hermansyah, Hendra Broetal, Risky Cahyadi dan Marketing Communication ACT Ilham saat tiba di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Selasa (11/09). (Dok PFI Medan)

Pengurus PFI Medan (dari Kiri) Hermansyah, Hendra Broetal, Risky Cahyadi dan Marketing Communication ACT Ilham saat tiba di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Selasa (11/09). (Dok PFI Medan)

Imaji Pertiwi (Lombok) Sejumlah jurnalis foto yang tergabung dalam Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan, berangkat ke Lombok Nusa Tenggara Barat bersama Aksi Cepat Tanggap Sumatera Utara. Mereka terdiri dari Hermansyah, Riski Cahyadi, Hendra Syamhari, dan Fauzi Chaniago, didampingi oleh Marketing Communication ACT Sumut, Ilham Moehammad.

Keberangkatan utusan PFI Medan ini sengaja digagas oleh ACT Sumut sebagai langkah awal kolaborasi dan kemitraan dengan media, khususnya Pewarta Foto . Sebagai upaya mengiformasikan kepada masyarakat Sumatera Utara bahwa apa yang telah mereka donasikan beberapa pekan sebelumnya telah terealisasi di Lombok.

Ketua PFI Medan, Rahmad Suryadi mengatakan, keberangkatan sejumlah pewarta foto tersebut merupakan bentuk aksi sosial dari organisasi profesi wartawan foto tersebut. Sebelumnya, PFI Medan  juga melakukan kegiatan sosial di sejumlah lokasi bencana,  yakni korban erupsi gunung Sinabung dan gempa Pidie, Aceh. Kami tidak hanya memberitakan bencana tersebut tapi kami inggin membantu meringankan beban korban bencana tersebut, diantaranya melakukan penggalangan dana dengan melelang foto hasil liputan dan hasilnya diserahkan ke korban bencana tersebut. Untuk bencana gempa di Lombok, PFI Medan bekerja sama dengan ACT untuk penggalangan dana tersebut.

Para pewarta foto ini akan melakukan dokumentasi kesetiap posko-posko Aksi Cepat Tanggap di Lombok, dan menjadi saksi telah dibangunnya ratusan Integrated Comunity Shelter, yang mulai dihuni oleh masyarakat yang terdampak gempa bumi di Lombok.

Selain itu, hasil foto mereka nantinya juga akan dipamerkan serta  dilakukan lelang,  di rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara pada Malam Charity Dinner, 21 September 2018 mendatang.

Hasil lelang foto-foto terbaik akan didonasikan kembali kepada masyarakat terdampak Gempa Bumi di Lombok Nusa Tenggara Barat. (Imaji Pertiwi/Dok PFI Medan)

 

 657 total views

Skateboarder Indonesia Pevi Permana Putra melakukan gerakan trik pada final taman putra Asian Games 2018 di arena roller sport Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (29/8). ANTARA FOTO/INASGOC/Rahmad Suryadi/thv/18

Minim Fasilitas,Segudang Prestasi

Skateboarder Indonesia peraih medali perak Jason Dennis Lijnzaat (kiri) dan peraih perunggu Pevi Permana Putra (kanan) berpose usai menerima medali pada kelas taman putra Asian Games 2018 di arena roller sport Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (29/8). ANTARA FOTO/INASGOC/Rahmad Suryadi/thv/18

Skateboarder Indonesia peraih medali perak Jason Dennis Lijnzaat (kiri) dan peraih perunggu Pevi Permana Putra (kanan) berpose usai menerima medali pada kelas taman putra Asian Games 2018 di arena roller sport Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (29/8). ANTARA FOTO/INASGOC/Rahmad Suryadi/thv/18

IMAJIPERTIWI

Minim Fasilitas ? Ya itulah mungkin kata kata yang pantas di sematkan kepada Cabang Olahraga yang baru di akui di Asian Games yaitu Skateboard

Bukan tak ber alasan, penulis mencoba menilik fasilitas bermain papan terbang ini dari kota Medan, Sumatera Utara.

Sedari tahun 2010,penulis mengikuti beberapa kegiatan skateboarder di Medan. jangankan skatepark, hanya papan berbentuk tanjakan lah yang ada di beberapa tempat kegiatan mereka bermain skate. parahnya ini semua kebanyakan sumbangan dari Merk tertentu hingga para skateboarder patungan untuk membuat tanjakan tanjakan ini.

Lupakan saja Medan, Mari kita kembali ke Atlit Skateboard kita yang baru saja mengharumkan Negara Indonesia tercinta ini.

Skateboarder Indonesia Pevi Permana Putra melakukan gerakan trik pada final taman putra Asian Games 2018 di arena roller sport Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (29/8). ANTARA FOTO/INASGOC/Rahmad Suryadi/thv/18

Skateboarder Indonesia Pevi Permana Putra melakukan gerakan trik pada final taman putra Asian Games 2018 di arena roller sport Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (29/8). ANTARA FOTO/INASGOC/Rahmad Suryadi/thv/18

Pevi Permana, ya nama yang satu ini sudah tidak asing bagi para Skateboarder se antero Indonesia, bahkan di kelas Dunia nama Skateboarder asal Indonesia ini sudah cukup di kenal dan pernah menjuarai beberapa eksebisi di kelas Internasional.

Bermain Skate sejak tahun 1999, Pastilah getir pahit telah di lalui oleh Pevi, berbeda dengan 4 Atlit Skateboard lain nya yang bisa dibilang “junior” dari segi umur maupun pengalaman.

Skate sendiri bagi Pevi sudah menjadi Bagian yang tidak terlepaskan dari Hidupnya, apalagi sudah memutuskan untuk menjadi profesional skateboarder yang telah dikontrak oleh salah satu brand ternama untuk produk skate.

Prestasi ini digapai Pevi sendiri bukan diraih dari jerih payah Negara, walaupun cabang olahraga Skate ini sendiri telah memiliki sebuah Asosiasi di Indonesia.

Skateboarder Indonesia Bunga Nyimas melakukan gerakan trik pada final taman putri Asian Games 2018 di arena roller sport Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (29/8). ANTARA FOTO/INASGOC/Rahmad Suryadi/thv/18

Skateboarder Indonesia Bunga Nyimas melakukan gerakan trik pada final taman putri Asian Games 2018 di arena roller sport Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (29/8). ANTARA FOTO/INASGOC/Rahmad Suryadi/thv/18

Jauh dari kata layak ? ya mungkin ini kata kata yang sedikit sopanlah di tujukan untuk Olahraga ekstrim satu ini.

Kurang lebih ada sebanyak 3 juta orang Skateboarder di Indonesia, Namun untuk fasilitas skate park sendiri bisa di hitung dengan jari daerah daerah yang memiliki itu, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Jakarta mungkin itulah beberapa kota yang memiliki skatepark. 

Bahkan kota tempat Pevi mengukir prestasi sendiri hanya ada beberapa skatepark dan itupun bukan fasilitas yang dibangun oleh Pemerintah,melainkan milik pribadi yang tiap bermain itu skateboarder harus membayar.

Dikarenakan kecintaan terhadap Skateboard, Pevi dan skateboarder lain nya tetap berlatih dengan se maksimal mungkin walaupun fasilitas penunjang tidak memadai.

Tak jarang Pevi berangkat pergi keluar Negeri hanya sekedar untuk meng upgrade ilmu bermain skate nya, dikarenakan arena bermain di luar sana sangat lengkap dan Pevi sendiri bisa belajar dari Skater kelas Dunia.

Skateboarder Indonesia Aldwien Angkawidjaya melakukan gerakan trik pada final jalanan putra Asian Games 2018 di arena roller sport Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (29/8). ANTARA FOTO/INASGOC/Rahmad Suryadi/THV/18

Skateboarder Indonesia Aldwien Angkawidjaya melakukan gerakan trik pada final jalanan putra Asian Games 2018 di arena roller sport Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (29/8). ANTARA FOTO/INASGOC/Rahmad Suryadi/THV/18

Ada hal menarik ketika Pevi Permana berangkat menuju Amerika untuk mengikuti gelaran Skate kelas dunia yaitu Dew Tour pada Tahun 2009.

Bukan Sembarang, Pevi bermain bersama skateboarder kelas dunia yang namanya sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat umum apalagi para skateboarder.

Tony Hawk, Ryan Sheckler, Tony Trujillo, Paul Rodriguez, David Gonzalez,Eric Koston ya itu mungkin sederet nama Profesional Skateboarder yang bermain bersama Pevi dan tentu masih banyak lagi.

Yang paling mengejutkan Pevi berhasil mengalahkan peringkat pemain pro yang sudah lama berkecimpung di dunia skateboard tingkat internasional salah satunya Eric Koston.

Dan lagi lagi, ini semua di peroleh dan dihasilkan nya dari jerih payah nya sendiri bukan dari Negara ini, kemana badan atau asosiasi yang sudah menaungi Skateboard ?

Skateboarder Indonesia Bunga Nyimas menunjukkan medali perunggu yang diraihnya pada kelas jalanan putri Asian Games 2018 di arena roller sport Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (29/8). ANTARA FOTO/INASGOC/Rahmad Suryadi/thv/18

Skateboarder Indonesia Bunga Nyimas menunjukkan medali perunggu yang diraihnya pada kelas jalanan putri Asian Games 2018 di arena roller sport Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (29/8). ANTARA FOTO/INASGOC/Rahmad Suryadi/thv/18

Hingga ada satu perkataan Pevi yang menurut penulis wajar wajar saja di lontarkan dirinya pada saat berada di Amerika, dan perkataan itu dikutip penulis dari kaskus.co.id begini bunyinya “Saya tidak akan mengharumkan nama Indonesia, tapi saya akan mengharumkan dunia Skateboard Indonesia”.

Kenapa seorang pengharum bangsa bisa mengatakan hal demikian? tentunya ini untuk pelajaran kepada Pemerintah Indonesia yang kurang peduli terhadap Olahraga luar biasa ini.

Dan lagi lagi di Negara Sendiri, para skateboarder mengharumkan nama Negara melalui perolehan medali di gelaran Asian Games 2018.

Skateboarder Indonesia Sanggoe Darma Tanjung berpose usai menerima medali perak pada kelas jalanan putra Asian Games 2018 di arena roller sport Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (29/8). ANTARA FOTO/INASGOC/Rahmad Suryadi/thv/18

Skateboarder Indonesia Sanggoe Darma Tanjung berpose usai menerima medali perak pada kelas jalanan putra Asian Games 2018 di arena roller sport Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (29/8). ANTARA FOTO/INASGOC/Rahmad Suryadi/thv/18

Tidak hanya Pevi Permana, ada Jason Dennis Lijnzaat, Sanggoe Darma Tanjung, Nyimas Bunga Cinta, dan si lucu Aliqqa Noverry yang membanggakan jutaan Skaterboarder di Indonesia.

Dengan berakhirnya Gelaran Olahraga terbesar di Asia ini, diharapkan semangat untuk terus berlatih tetap berkobar seperti api asian games yang tidak pernah mati, serta tidak lupa segala fasilitas pendukung segera di lengkapi, jika sudah ada dan belum memenuhi standart silahkan di renovasi, karena ini semata untuk membanggakan negara INDONESIA !!!

(Foto oleh Rahmad Suryadi/INASGOC, Teks Ahmad Ridwan Nasution)

 1,296 total views

Sekjen INASGOC, Eris Hariyanto Membawa Obor ASIAN GAMES di Yogyakarta (19/7/18). Sebelumnya Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla, Melakukan Penyatuan Api Dari India dengan Api yang berasal dari Mrapen, Grobogan, Jawa Tengah. (Imaji Pertiwi / Indra Desanri)

Dari Jogja Untuk Indonesia, Kirab Obor Asian Games 2018

Sekjen INASGOC, Eris Hariyanto Membawa Obor ASIAN GAMES di Yogyakarta (19/7/18). Sebelumnya Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla, Melakukan Penyatuan Api Dari India dengan Api yang berasal dari Mrapen, Grobogan, Jawa Tengah. (Imaji Pertiwi / Indra Desanri)

Sekjen INASGOC, Eris Hariyanto Membawa Obor ASIAN GAMES di Yogyakarta (19/7/18). Sebelumnya Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla, Melakukan Penyatuan Api Dari India dengan Api yang berasal dari Mrapen, Grobogan, Jawa Tengah. (Imaji Pertiwi / Indra Desanri)

(Imaji Pertiwi, Yogyakarta) Obor Asian Games 2018 berasal dari dua api, yakni api yang diambil dari New Delhi di India serta api yang diambil dari Mrapen di Grobogan, Jawa Tengah.  

Penyatuan dua api ini dilakukan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Candi Prambanan, Rabu (18/7/2018), malam. 

Setelah disatukan, api obor ini menginap semalam di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. 

Hari ini, Kamis (19/7/2018), Api Obor Asian Games 2018 diarak keliling kota Yogyakarta dalam Kirab Obor Asian Games 2018, untuk kemudian diserahkan ke panitia untuk dibawa ke kota Solo di sekitar tugu Pal Putih, Kota Yogyakarta. 

Sejumlah anak sekolah dasar turut memeriahkan kirab obor Asian Games 2018 di Yogyakarta (19/7/18) (Imaji Pertiwi / Indra Desanri)

Sejumlah anak sekolah dasar turut memeriahkan kirab obor Asian Games 2018 di Yogyakarta (19/7/18) (Imaji Pertiwi / Indra Desanri)

Berbagai atraksi mulai tarian tradisional mengiringi Kirab Obor Asian Games 2018. 

Pembawa obor dilakukan secara estafet, termasuk Menteri Luar Negeri Retno Lestari Marsudi sebagai pembawa obor pertama kali. 

Sekretaris Jenderal Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (Inasgoc) Eris Herryanto menyerahkan obor itu kepada Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti sekitar pukul 09.20 WIB. 

“Kami terima Obor Asian Games 2018. Ini kebanggaan bagi kami masyarakat kota Yogyakarta. Jadi terimakasih Yogyakarta sebagai kota pertama (Torch Relay Asian Games 2018),” kata Haryadi seusai menerima obor api, Kamis (19/7/2018). 

Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti (Kanan) Usai Menerima Obor Asian Games 2018 Dari Sekjen INASGOC, Eris Hariyanto (kiri) Di Kawasan Monumen Tugu Yogyakarta (19/7/18) (Imaji Pertiwi / Indra Desanri)

Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti (Kanan) Usai Menerima Obor Asian Games 2018 Dari Sekjen INASGOC, Eris Hariyanto (kiri) Di Kawasan Monumen Tugu Yogyakarta (19/7/18) (Imaji Pertiwi / Indra Desanri)

Ia berharap obor itu bisa ikut membakar semangat para atlet kontingen Indonesia di setiap cabang olahraga yang dipertandingkan di Asian games. 

Ia mendoakan kesuksesan untuk ajang terbesar di Asia. Dia dan warga Yogyakarta mendoakan semoga obor api menjadi penyemangat bagi Indonesia selaku tuan rumah Asian Games meraih dua prestasi sekaligus, yakni sukses sebagai tuan rumah dan sukses prestasi seluruh atletnya. “Dari Jogja untuk Indonesia,” kata Haryadi.  

Api kemudian dipindahkan ke dalam tinder box atau lentera. Ini untuk memudahkan api dibawa untuk perjalanan jarak jauh. “Api saya serahkan kepada Inasgoc. 

Selanjutnya dibawa ke kota Solo hingga bisa sampai di Jakarta dengan aman,” ujarnya. 

Salah seorang warga Kota Gede, Rere, mengaku sengaja datang untuk menyaksikan perhelatan Api Obor Asian Games 2018 di sekitar Tugu Pal Putih. 

“Kebetulan saya bekerja tak jauh dari sini, dan sekaligus menyaksikan Kirab Obor Asian Games. Lumayan menjadi saksi sejarah,” katanya.  [IP/ARN]

 666 total views

Penampakan Gerhana Bulan di Banda Aceh. (31/01) (Imaji Pertiwi/Check)

Meskipun Tidak Sempurna Gerhana Bulan Masih Bisa Disaksikan Warga

Penampakan Gerhana Bulan di Banda Aceh. (31/01) (Imaji Pertiwi/Check)

Penampakan Gerhana Bulan di Banda Aceh. (31/01) (Imaji Pertiwi/Check)

Imaji Pertiwi,(Medan) Cuaca mendung yang melanda Kota Medan, Rabu (31/01) malam membuat gerhana bulan total (Super Blue Blood Moon) tidak bisa dilihat dengan kasat mata.

Alhasil, warga baru bisa melihat gerhana jika menggunakan teleskop khusus perbintangan. Di beberapa daerah, gerhana disebut-sebut bisa dilihat langsung dengan mata telanjang.

“Ntah mana pun bulan nya, langit hitam aja nya ini yang ada,mudah mudahan lah bentar lagi cerah cuacanya biar teliat bulan nya ya” Kata Amir salah seorang warga yang hadir di kampus pasca sarjana UMSU jalan Denai.

Sebelumnya, Observatorium Ilmu Falak (OIF) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) memrediksi, gerhana bulan akan melintas di langit Kota Medan pada pukul 19.00-22.00 WIB.

“Puncak gerhana diperkirakan terjadi pukul 20.30 WIB” kata Kepala OIF UMSU Arwin Juli Rakhmadi.

Sementara itu, warga Medan rela berdesak-desakan untuk mengikuti Sholat Gerhana Berjamaah . Selain salat, warga juga bisa menyaksikan langsung gerhana lewat teleskop yang sudah disediakan pihak OIF UMSU.

Sekitar lima ribuan orang hadir untuk menyaksikan fenomena gerhana bulan total ini, sehingga membuat sedikit penumpukan lalu lintas di seputaran jalan Denai, Medan, Sumatera Utara.

Warga antusias menggunakan teleskop untuk melihat gerhana bulan di Medan, Sumatera Utara (31/01) (Imaji Pertiwi/Kumbara)

Warga antusias menggunakan teleskop untuk melihat gerhana bulan di Medan, Sumatera Utara (31/01) (Imaji Pertiwi/Kumbara)

Selain di Kota Medan, Sumatera Utara warga Banda Aceh juga antusias dengan fenomena Gerhana Bulan Total ini, terlihat dari banyaknya warga yang datang ke Kantor Kemenag Banda Aceh.

Seribuan warga berkumpul sejak sore hari di halaman kantor Kemenag Banda Aceh, warga menjelaskan tak mau melewatkan momen langka ini “Saya datang bawa anak, dari sebelum magrib tadi, demi melihat secara langsung fenomena alam ini. Selain untuk ilmu bagi anak-anak saya . Saya juga tidak pernah lihat sebelumnya,”kata Rita warga neusu Banda Aceh.

Warga melaksanakan sholat sunnah gerhana di Medan, Sumatera Utara (31/01) (Imaji Pertiwi/Kumbara)

Warga melaksanakan sholat sunnah gerhana di Medan, Sumatera Utara (31/01) (Imaji Pertiwi/Kumbara)

Tidak seperti di Medan, di Banda Aceh Gerhana Bulan Total bisa disaksikan secara jelas dan sempurna tanpa tertutup awan dan kabut.

Nidia warga Batoeh Lueng Bata Banda Aceh menjelaskan Ia sangat senang setelah melihat gerhana bulan karena sebelumnya tak pernah lihat. “Tidak bisa katakan apapun indah sekali dan saya sangat senang setelah melihat ini,” ujarnya.

Dia tahu ada disediakan alat dikantor kemenag Aceh dari media massa dan langsung berangkat bersama lima kawannya. “Saya datang bersama 5 orang kawan khusus untuk melihat ini, karena sayang kalau dilewatkan,” ujarnya. (IP/ARN)

 

Simak Videonya :
[arve url=”https://www.youtube.com/watch?v=IrydklNpcFI” mode=”normal” align=”center” /]

 758 total views

Warga melihat pernak pernik yang ada di Toko Acai Jaya di Medan, Sumut (30/01). Jelang Imlek Pernak Pernik merupakan salah satu barang yang dicari sejumlah etnis Tionghoa. (Imaji Pertiwi / Ahmad Ridwan Nasution)

Imlek Tiba, Pernak Pernik pun Diburu Warga

Warga melihat pernak pernik yang ada di Toko Acai Jaya di Medan, Sumut (30/01). Jelang Imlek Pernak Pernik merupakan salah satu barang yang dicari sejumlah etnis Tionghoa. (Imaji Pertiwi / Ahmad Ridwan Nasution)

Warga melihat pernak pernik yang ada di Toko Acai Jaya di Medan, Sumut (30/01). Jelang Imlek Pernak Pernik merupakan salah satu barang yang dicari sejumlah etnis Tionghoa. (Imaji Pertiwi / Ahmad Ridwan Nasution)

Imaji Pertiwi, (Medan) Dalam menyambut Tahun Baru Imlek yang akan jatuh pada tanggal 16 Februari 2018 mendatang, sejumlah etnis Tionghoa telah melakukan beberapa persiapan, diantaranya melakukan pembersihan vihara,pembersihan patung dewa,dll. namun tidak hanya itu, ada hal yang tidak ketinggalan ketika Imlek datang.

Pernak Pernik Imlek, ya ini merupakan salah satu yang diburu oleh warga etnis Tionghoa dalam menyambut Tahun Baru Imlek. Salah satu toko aksesoris di Medan, Toko Acai Jaya yang terletak di Jalan Brigjen Katamso, Medan, Sumut ini merupakan satu dari banyak toko di Medan yang menyediakan pernak pernik Imlek.

Toko Acai Jaya ini menjual perlengkapan imlek antara lain,lampion kertas,lampion elektrik,kertas angpao,hiasan mercon,serta boneka anjing. “Ya kita lengkapi kebutuhan warga untuk menyambut Tahun Baru Imlek, apa pembeli butuh kita sediakan” Ujar Aliansyah pemilik toko Acai Jaya

Aliansyah sendiri mengatakan ditahun ini omset nya naik bekisar 10% dari tahun sebelumnya. dan tokonya selalu melakukan inovasi dan variasi produk agar warga tidak bosan dengan barang yang itu itu saja. “kita tahun ini ada produk yang paling di senangi dan paling banyak dibeli, yaitu kembang” jelas Aliansyah.

Simak Videonya :

[arve url=”https://www.youtube.com/watch?v=MlI8sUsF85o” mode=”normal” align=”center” /]

 737 total views

Petugas Obsevatorium Ilmu Falak (OIF) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara memeriksa teleskop yang akan digunakan untuk melihat Gerhana Bulan Total yang akan berlangsung pada tanggal (31/01/18). UMSU menyediakan teleskop untuk warga melihat Gerhana Bulan Total,serta melaksanakan Sholat Gerhana (Imaji Pertiwi / Ahmad Ridwan Nasution)

OIF UMSU Ajak Warga Medan Saksikan Gerhana Bulan Total

Petugas Obsevatorium Ilmu Falak (OIF) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara memeriksa teleskop yang akan digunakan untuk melihat Gerhana Bulan Total yang akan berlangsung pada tanggal (31/01/18). UMSU menyediakan teleskop untuk warga melihat Gerhana Bulan Total,serta melaksanakan Sholat Gerhana (Imaji Pertiwi / Ahmad Ridwan Nasution)

Petugas Obsevatorium Ilmu Falak (OIF) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara memeriksa teleskop yang akan digunakan untuk melihat Gerhana Bulan Total yang akan berlangsung pada tanggal (31/01/18). UMSU menyediakan teleskop untuk warga melihat Gerhana Bulan Total,serta melaksanakan Sholat Gerhana (Imaji Pertiwi / Ahmad Ridwan Nasution)

Imaji Pertiwi, (Medan) Tanggal 31 Januari 2018 mendatang,seluruh wilayah di Indonesia dapat menyaksikan fenomena Gerhana Matahari Total, dalam hal ini OIF UMSU memfasilitasi warga kota Medan khususnya.

Dalam hal ini OIF UMSU menyiapkan enam buah teleskop untuk warga menyaksikan langsung,hal ini disampaikan langsung oleh kepala OIF UMSU, Juli Rakhmadi Butar – butar

“UMSU dalam hal ini menyediakan enam buah teleskop untuk warga melihat langsung bagaimana terjadinya Gerhana Bulan itu,dan semua kegiatan ini gratis dan terbuka untuk umum” jelasnya

Arwin mengatakan, gerhana bulan total dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk kota Medan. Saat peristiwa ini terjadi, bulan akan tampak lebih besar dari biasanya dengan warna yang kemerahan.

Di Medan, gerhana bulan total tersebut akan terjadi mulai pukul 19.00 WIB hingga 22.00 WIB. Fenomena itu, lanjutnya, aman dilihat langsung tanpa memerlukan alat atau filter.

Simak Video Nya :

[arve url=”https://www.youtube.com/watch?v=_Kh8YcdlfNc” /]

“Puncaknya akan terjadi pukul 20.30 WIB dalam durasi lebih kurang 70-an menit sehingga puncaknya bisa kita nikmati satu jam lebih,” ujar dia.

Walaupun hanya enam teleskop yang disediakan,semua warga bisa menyaksikan langsung Gerhana Bulan Total ini,karena pihak UMSU telah menyiapkan sejumlah layar besar.

“Nantinya kita juga akan melaksanakan sholat Isya berjamaah dan sholat sunnah Gerhana” Jelas Arwin (IP/ARN)

 707 total views

Presiden Joko Widodo saat mengunjungi Siosar di sela kunjungan kerjanya di Sumatera Utara (14/10) (Endro Lewa/Imaji Pertiwi)

Jokowi Kunjungi Rumah Hunian Tetap Pengungsi Sinabung

Presiden Joko Widodo saat mengunjungi Siosar di sela kunjungan kerjanya di Sumatera Utara (14/10) (Endro Lewa/Imaji Pertiwi)

Presiden Joko Widodo saat mengunjungi Siosar di sela kunjungan kerjanya di Sumatera Utara (14/10) (Endro Lewa/Imaji Pertiwi)

Karo, (Imaji Pertiwi) Presiden Joko Widodo mengunjungi rumah hunian tetap pengungsi Gunung Sinabung di kawasan Siosar, Karo, Sumatera Utara.  Dalam kunjungannya itu, Jokowi melihat langsung lokasi relokasi yang sedang dikerjakan.

“Kita tadi baru saja melihat lokasi pengungsi yang sudah selesai 370 rumah,” ujar Jokowi saat mengunjungi kawasan relokasi Sinabung dalam siaran pers, Sabtu, 14 Oktober 2017.

Penanganan pengungsi Sinabung sampai sekarang masih berlanjut. Sejak 2013, hampir setiap hari terjadi letusan di Gunung Sinabung. Sebelumnya, selama 1.200 tahun Gunung Sinabung tak pernah meletus. Sinabung sempat kembali meletus freatik pada 2010-2011.

Presiden Joko Widodo berbincang dengan warga penghuni Siosar (14/10) (Endro Lewa/Imaji Pertiwi)

Presiden Joko Widodo berbincang dengan warga penghuni Siosar (14/10) (Endro Lewa/Imaji Pertiwi)

Hingga saat ini belum ada tanda-tanda letusan akan berakhir. Sehingga, sampai sekarang belum dapat diprediksi kapan letusan Gunung Sinabung akan berhenti. Selain mengunjungi pengungsi, Jokowi berdialog dengan masyarakat di pengungsian. Jokowi berdialog tentang lahan pertanian yang diberikan kepada pengungsi di kawasan relokasi. “Tadi saya tanya juga ‘Apakah sudah bisa berproduksi?’, dijawab ‘Sudah’. ‘Nanam apa?’, ‘Nanam kentang’,” ucapnya.

Jokowi berharap relokasi untuk 1.873 keluarga yang tersebar di 14 hamparan itu dapat selesai akhir tahun ini. Dia mengatakan sisa dari target relokasi sekitar 1.080 keluarga dapat diselesaikan tahun berikutnya. “Karena sudah ada penetapan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengenai lokasi yang akan digunakan,” tuturnya.

Dalam kunjungannya, Jokowi didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, serta Kepala BNPB Willem Rampangilei. Hadir pula Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi dan Bupati Karo dalam peninjauan relokasi untuk pengungsi Gunung Sinabung di Siosar. (ARN/IP)

 865 total views

Sebanyak 10001 Warga menampilkan Tarian Saman, Tarian kebangaan Gayo Lues, di Stadion Seribu Bukit, Blangkejeren, Gayo Lues (13/8). Tarian Saman ini berhasil memecahkan rekor MURI dengan penari saman dengan jumlah terbanyak. (Imaji Pertiwi/Ahmad Ridwan Nasution)

Tari Saman Kembali Pecahkan Rekor MURI

Sebanyak 10001 Warga menampilkan Tarian Saman, Tarian kebangaan Gayo Lues, di Stadion Seribu Bukit, Blangkejeren, Gayo Lues (13/8). Tarian Saman ini berhasil memecahkan rekor MURI dengan penari saman dengan jumlah terbanyak. (Imaji Pertiwi/Ahmad Ridwan Nasution)

Sebanyak 10001 Warga menampilkan Tarian Saman, Tarian kebangaan Gayo Lues, di Stadion Seribu Bukit, Blangkejeren, Gayo Lues (13/8). Tarian Saman ini berhasil memecahkan rekor MURI dengan penari saman dengan jumlah terbanyak. (Imaji Pertiwi/Ahmad Ridwan Nasution)

Gayo Lues, (Imaji Pertiwi) Lebih dari 10.000 orang hadir di Aceh, Indonesia pada hari Minggu untuk mementaskan lagu dan pertunjukan tarian yang memecahkan rekor yang menekankan perlunya melestarikan taman nasional yang terancam di provinsi paling barat.

Orang-orang itu, mengenakan kostum tradisional hitam dan kuning yang rumit, duduk di barisan yang rapi, menepuk pundak dan putaran mereka dan bergerak dalam ritme yang semakin cepat menuju lagu tradisional.

Saman, atau “tarian seribu tangan”, adalah salah satu negara yang paling populer. Pada tahun 2011 itu termasuk dalam daftar UNESCO dari warisan budaya tak benda.

Acara tersebut bertujuan menarik lebih banyak pengunjung ke provinsi tersebut, kata kepala dinas pariwisata setempat, Syafruddin, kepada Imaji Pertiwi.

Orang-orang, kebanyakan dari komunitas etnik Gayo, kadang-kadang melakukan gerakan seperti ombak tanpa melanggar formasi.

Lagu mereka berfokus pada pentingnya melindungi Taman Nasional Gunung Leuser di provinsi ini, tempat tinggal bagi harimau dan gajah sumatera langka, yang terancam oleh perburuan dan penghancuran hutan hujan yang merajalela karena perluasan perkebunan palem.

Ribuan penonton berbondong-bondong ke lapangan terbuka terselip di tengah perbukitan hijau subur di distrik Gayo Lues untuk menyaksikan pertunjukan tersebut.

Museum Rekor Indonesia bersertifikat sebagai memecahkan rekor nasional dengan 10.001 peserta – mengalahkan rekor tahun lalu 6.600.

Tarian ini biasanya disertai dengan sebuah lagu yang serempak. Ini menekankan kerja tim, simbol kesatuan.

“Dulu, liriknya biasanya menyebarkan ajaran Islam. Akhir-akhir ini kita bisa menyesuaikan lirik untuk menyampaikan pesan yang ingin kita sampaikan kepada penonton,” kata Syafruddin.

Citra internasional Aceh telah ternoda oleh hukuman publiknya berdasarkan hukum Syariah, seperti pencambukan untuk homoseksualitas.

“Saya sangat terkesan dengan penampilannya, para penari disinkronkan dengan baik dan ini membuat saya bangga sebagai orang Indonesia. Sungguh luar biasa,” Sarah, seorang pengunjung dari Jakarta, mengatakan kepada Imaji Pertiwi. (Imaji Pertiwi/Ahmad Ridwan Nasution)

 807 total views