AXIS Luncurkan Paket Terbaik untuk Anak Muda Paket dengan Unlimited Gaming Pertama di Indonesia

Axis Unlimited Paket Gaming Pertama di Indonesia

AXIS Luncurkan Paket Terbaik untuk Anak Muda Paket dengan Unlimited Gaming Pertama di Indonesia

AXIS Luncurkan Paket Terbaik untuk Anak Muda Paket dengan Unlimited Gaming Pertama di Indonesia

Medan, Imaji Pertiwi –  PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus meningkatkan manfaat produk layanan sesuai dengan kebutuhan para pelanggan. Untuk memenuhi kebutuhan segmen anak muda atas layanan internet cepat dengan kuota yang besar, melalui brand AXIS, XL Axiata meluncurkan Paket OWSEM dengan tambahan berbagai benefit baru, dan paket ini merupakan paket pertama dengan Unlimited Gaming di Indonesia. Pada paket yang baru ini, selain kuota yang besar, pelanggan akan mendapatkan harga yang terjangkau, serta berbagai akses ke sejumlah aplikasi media sosial hingga games.

Chief Marketing Officer XL Axiata David Arcelus Oses mengatakan, “Segmen anak muda in‘i memiliki karakter yang khas dalam mengakses internet dan layanan digital, berbeda dengan segmen lain. Karena itu, AXIS akan selalu mengikuti apa yang mereka inginkan, yang bisa membuat mereka nyaman. Kami yakin, dengan keleluasaan mereka untuk akses internet, mereka pun dapat menjadi lebih produktif dan kreatif. Melalui Paket OWSEM yang baru ini kami menjawab keinginan mereka.”

Pada paket OWSEM baru, pelanggan bisa mendapatkan benefit berupa kuota utama, kuota malam, kuota sosial media, kuota musik dan unlimited gaming. Kuota malam hanya berlaku untuk akses internet di malam hari antara pukul 00.00 hingga 06.00. Sedangakan kuota sosial media berlaku untuk akses aplikasi media sosial Instagram, Facebook, Twitter, dan TikTok. Untuk kuota musik, pelanggan dapat menggunakannya untuk mengakses aplikasi musik JOOX dan Smule. Selanjutnya unlimited gaming dapat digunakan untuk akses beragam Ilayanan games diantaranya, Mobile Legends, AoV, Free Fire, Vain Glory, Asphlat 9, Modern Combat 5, dan HAGO.

Paket OWSEM yang paling sesuai dengan anak muda adalah paket 24GB dengan harga Rp 51.900. Paket ini terdiri dari kuota SGB kuota utama, QGB kuota malam, 6GB kuota sosial media, 6GB kuota musik, dan unlimited gaming. Selain paket ini, pelanggan juga dapat menikmati varian paket OWSEM la’innya. Untuk detail mengenai paketnya dapat dilihat di website www.axisnet.id/owsem.

Paket OWSEM ini bisa pelanggan setia AXIS dapatkan mulai 9 Mei 2019 di aplikasi AXISnet dan menu UMB *123# dan mulai 13 Mei 2019 di toko pulsa terdekat. Paket ini berlaku untuk pelanggan lama maupun pelanggan baru.

Tidak hanya memberikan produk yang dapat menjawab keinginan pelanggan, AXIS juga memberikan promo-promo menarik yang dapat dinikmati oleh pelanggan lama maupun pelanggan baru. Antara lain adalah Rabu Rawit promo khusus di hari Rabu, Jum’at Baik promo khusus di Jumat, serta Weekend Seru promo khusus di Sabtu dan Minggu. Pelanggan juga bisa mendapatkan promo menarik Iainnya melalui apikasi AXISnet yang dapat diunduh di Google Play Store dan Apps Store. Untuk info mengenai AXIS lebih Ianjut, silahkan kunjungi www.axisnet.id. (IP/Hendra)

 1,219 total views

Dua siswi Sma Negeri 1 Medan,Menangkan perlombaan penelitian "Indonesia Fun Science Award" (8/4/19). Teliti tentang kesetiaan semut,dua siswi ini raih hadiah ke German.(IP/Ahmad Ridwan Nasution)

Teliti Kesetiakawanan Semut, 2 Siswi SMA Menang Lomba Sains ke Jerman

Dua siswi Sma Negeri 1 Medan,Menangkan perlombaan penelitian "Indonesia Fun Science Award" (8/4/19). Teliti tentang kesetiaan semut,dua siswi ini raih hadiah ke German.(IP/Ahmad Ridwan Nasution)

Dua siswi Sma Negeri 1 Medan,Menangkan perlombaan penelitian “Indonesia Fun Science Award” (8/4/19). Teliti tentang kesetiaan semut,dua siswi ini raih hadiah ke German.(IP/Ahmad Ridwan Nasution)

 

Medan, Ternyata semut hitam memiliki kesetiakawanan. Hal itu diketahui dari hasil penelitian dilakukan 2 Siswi SMA Negeri 1 Medan, yakni Zahra Annisa Fitri dan Nadya Khairussyfa dengan judul penelitian ‘Pengujian Kesetiaan Semut dan Makanan’.

Dua gadis berhijab ini, berhasil meraih juara I pada Indonesian Fun Science Award (IFSA). Prestasi terbaik itu berbuah kebanggaan dari pihak sekolah. Zahra dan Nadya mengikuti IFSA yang digelar Swiss German University di Tangerang, Banten, pada 9 Maret 2019. Atas pencapaian itu, mereka mendapatkan hadiah jalan-jalan seminggu ke Jerman.

 Zahra merupakan siswa kelas 12, sementara Nadya duduk di kelas 10. Keduanya dari SMA Negeri 1 Medan. Penelitian mereka lakukan dengan mengambil sampel semut di halaman belakang sekolah di Jalan T. Cik Ditiro, Medan.

“Kami hanya mengambil dan menangkap semut di halaman belakang sekolah saja,” ucap Zahra

Penelitian tersebut, dilakukan sejak 24 Februari 2019 lalu. Zahra dan Nadya terus mengamati tingkah laku semut dengan dilepas pada wadah kertas. Di dalamnya dibuat perangkap lem, sedangkan di sisinya yang lain ditempatkan makanan, berupa gula pasir dan nasi.

Zahra mengungkapkan, semakin banyak semut yang terperangkap, semakin banyak rekannya menolong. Terlihat dari para semut itu memilih menolong rekannya yang terjebak lem, ketimbang mengambil makanan yang tersedia di dalam wadah.

“Dari tiga percobaan yang kami lakukan. Kami menyimpulkan bahwa semut adalah hewan yang setia kawan, oleh karena itu amanat yang bisa kita ambil adalah kalau semut saja bisa setia kenapa manusia tidak?” tutur Zahra.

Nadya menjelaskan, penelitian dilakukan dengan dilatarbelakangi asumsi umum tentang semut sebagai makhluk setia kawan. Namun begitu, proses penilitian terus dikembangkan menjadi tulisan penelitian dan ikut diperlombakan pada IFSA.

“Untuk itu kami ingin membuktikan apakah kesetiakawanan semut ini memang benar seperti yang orang katakan atau sebaliknya,” kata Nadya.

Penelitian yang dilakukan Zahra dan Nadya ini akhirnya dinobatkan sebagai juara pertama lomba karya tulis ilmiah tingkat nasional. Dewan juri memberi nilai tinggi pada poster hasil penelitian yang menarik dan presentasi yang mantap di babak grand final.

“Kami berterima kasih kepada Kepala Sekolah, guru pembimbing atas bimbingan kepada kami. Sehingga kami mampu meraih prestasi ini,” ucap Zahra.

Zahra dan Nadya mengalahkan ratusan peserta lain, termasuk 20 finalis. Para peserta datang dari provinsi-provinsi yang ada di Indonesia. (IP/Ahmad Ridwan Nasution)

 1,096 total views

Seorang petani mengangkat hasil panen di perladangan yang berada di Desa Porwobinangun, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat,Sumatera Utara (8/4/19) ImajiPertiwi/Hendra Syamhari

Tahun 2020 Sumut Prioritas Pembangunan Perkebunan

Seorang petani mengangkat hasil panen di perladangan yang berada di Desa Porwobinangun, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat,Sumatera Utara (8/4/19) ImajiPertiwi/Hendra Syamhari

Seorang petani mengangkat hasil panen di perladangan yang berada di Desa Porwobinangun, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat,Sumatera Utara (8/4/19) ImajiPertiwi/Hendra Syamhari

Langkat, Pembangunan perkebunan menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) pada tahun 2020. Hal itu sesuai dengan visi misi Gubernur Sumut untuk Membangun Desa dan Menata Kota.

“Prioritas pembangunan perkebunan tahun 2020 sesuai sasaran prioritas Pemprov Sumut sesuai dengan visi misi Gubernur, Membangun Desa dan Menata Kota, dengan strategi pembangunan perkebunan yang diarahkan melalui strategi pengembangan sarana dan prasarana pendukung usaha perkebunan, penguatan kelembagaan perkebunan, perlindungan sumber daya perkebunan, pengembangan agro industri perkebunan dan peningkatan penerapan standarisasi perkebunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprov Sumut).

Saat ini, kata Sekda, subsektor perkebunan memegang peranan penting dalam perekonomian Sumut. Hal ini dapat dilihat dari kontribusi sektor perkebunan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) selama lima tahun terakhir. Dimana rata-rata kontribusi sektor perkebunan terhadap PDRB dan Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) Provinsi Sumut masing-masing sebesar 11,1% dan 13,5 %.

Lalu perkebunan juga menyerap tenaga kerja yang cukup signifikan, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukan angka 37,52 % tenaga kerja yang berkarya di sektor pertanian. Hal itu pun ditunjang lantaran luas lahan perkebunan yang cukup besar, mencapai 2.169.601,62 Ha.

Selanjutnya, pada tahun 2020 target yang akan dicapai adalah kontribusi dari produksi komoditas unggulan perkebunan seperti Kelapa Sawit, Karet, Kopi, Kelapa dan Kakao meningkat mencapai 11,17 %, yang pada tahun 2017 berhenti diangka 10,28%.

Untuk mewujudkan target tersebut, dibuatlah kebijakan operasional yang meliputi pengembangan komoditas nasional melalui penerapan budidaya yang baik, pengembangan kawasan pertanian nasional, pengembangan perbenihan tanaman perkebunan, penguatan kelembagaan perkebunan dan pengembangan teknologi panen, pasca panen dan pengolahan hasil. “ Yang semua itu dirumuskan melalui program Peningkatan Produksi, Nilai Tambah dan Daya Saing Komoditas Perkebunan,” kata Sabrina.

Kepala Dinas Perkebunan Sumut Herawati pun mengaku bahwa kegiatan ini berbeda dengan tahun tahun sebelumnya. “Lewat kegiatan ini, kita inginkan semua kegiatan perkebunan berbasis kawasan agar hasilnya lebih kelihatan, kegiatan perkebunan harus sinergitas antara hulu dan hilir, makanya kita juga undang eksportir, sehingga apa yang diingankan eksportir tentang standar kualitas untuk ekspor tersampaikan pada petani,”ucap Herawati.

Melalui Peraturan Menteri Pertanian, katanya, sudah ada penetapan kawasan strategis nasional, di Sumatera Utara ada komoditi kopi di empat daerah Sumatera Utara, yakni Humbang Hasudutan, Karo, Dairi dan Toba Samosir. “Pemerintah Provinsi pun bakal membentuk Kawasan Strategis Provinsi di dalam kawasan itu nanti sektor agrari menyatu danterpadu, di satu desa akan ada tanaman perkebunan, tanaman pangan dan perternakannya,” tutupnya. (IP/Hendra)

 

 940 total views

Relawan dari Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan, Hendra Syamhari berbagi pengalaman seputar foto jurnalistik dalam program "Cerita Permata" di SD Negeri 060831, Jalan Sei Batang Hari,Medan, Sumatera Utara (5/10)  (PFI MEDAN / Andi Rambe)

Ketika Pewarta Berbagi Pengalaman

Relawan dari Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan, Hendra Syamhari berbagi pengalaman seputar foto jurnalistik dalam program "Cerita Permata" di SD Negeri 060831, Jalan Sei Batang Hari,Medan, Sumatera Utara (5/10)  (PFI MEDAN / Andi Rambe)

Relawan dari Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan, Hendra Syamhari berbagi pengalaman seputar foto jurnalistik dalam program “Cerita Permata” di SD Negeri 060831, Jalan Sei Batang Hari,Medan, Sumatera Utara (5/10) (PFI MEDAN / Andi Rambe)

Imaji Pertiwi, (Medan) Pewarta Foto Indonesia (PFI Medan) bekerjasama dengan Permata Bank menggelar kegiatan “Cerita Permata” di SD Negeri 060831, Jalan Sei Batang Hari,Medan, Sumatera Utara (5/10)

 

Kegiatan bertajuk Cinta & Empati Dari Kita ini di aplikasikan pewarta dengan cara mengajar dan berbagi pengalaman khususnya di dunia fotografi jurnalistik dan video jurnalistik.

 

Hendra Broetal bendahara PFI Medan turut menjadi inspirator dalam kegiatan ini, anak anak sekolah dasar cukup antusias dengan pengalaman yang dibagikan oleh Hendra, tidak melulu soal teknis, Hendra mengajarkan bahwa semua profesi memiliki nilai kebaikan tersendiri

 

“Apapun profesinya yang penting adalah kita bisa bermanfaat bagi banyak orang dan lingkungan,contohnya profesi jurnalistik yang mengabadikan sebuah momen bencana alam, dimana foto tersebut dapat menggugah perasaan pembaca hingga timbul rasa untuk berdonasi, disitulah satu kepuasan saya tersendiri ketika menjadi foto jurnalis” Jelas hendra

 

Acara ini digelar secara serempak di 50 kota di seluruh Indonesia bersama perwakilan Otoritas jasa Keuangan, Bank Indonesia, dan komunitas sekolah. Kegiatan ini sejalan dengan rangkaian kegiatan “Bulan Inklusi Keuangan” yang digagas OJK untuk mewujudkan akses keuangan dan literasi keuangan yang lebih luas bagi semua golongan masyarakat. (IP/ARN)

 

 985 total views

Pengurus PFI Medan (dari Kiri) Hermansyah, Hendra Broetal, Risky Cahyadi dan Marketing Communication ACT Ilham saat tiba di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Selasa (11/09). (Dok PFI Medan)

PFI Medan dan ACT Sumut Lakukan Aksi Sosial Di Lombok

Pengurus PFI Medan (dari Kiri) Hermansyah, Hendra Broetal, Risky Cahyadi dan Marketing Communication ACT Ilham saat tiba di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Selasa (11/09). (Dok PFI Medan)

Pengurus PFI Medan (dari Kiri) Hermansyah, Hendra Broetal, Risky Cahyadi dan Marketing Communication ACT Ilham saat tiba di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Selasa (11/09). (Dok PFI Medan)

Imaji Pertiwi (Lombok) Sejumlah jurnalis foto yang tergabung dalam Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan, berangkat ke Lombok Nusa Tenggara Barat bersama Aksi Cepat Tanggap Sumatera Utara. Mereka terdiri dari Hermansyah, Riski Cahyadi, Hendra Syamhari, dan Fauzi Chaniago, didampingi oleh Marketing Communication ACT Sumut, Ilham Moehammad.

Keberangkatan utusan PFI Medan ini sengaja digagas oleh ACT Sumut sebagai langkah awal kolaborasi dan kemitraan dengan media, khususnya Pewarta Foto . Sebagai upaya mengiformasikan kepada masyarakat Sumatera Utara bahwa apa yang telah mereka donasikan beberapa pekan sebelumnya telah terealisasi di Lombok.

Ketua PFI Medan, Rahmad Suryadi mengatakan, keberangkatan sejumlah pewarta foto tersebut merupakan bentuk aksi sosial dari organisasi profesi wartawan foto tersebut. Sebelumnya, PFI Medan  juga melakukan kegiatan sosial di sejumlah lokasi bencana,  yakni korban erupsi gunung Sinabung dan gempa Pidie, Aceh. Kami tidak hanya memberitakan bencana tersebut tapi kami inggin membantu meringankan beban korban bencana tersebut, diantaranya melakukan penggalangan dana dengan melelang foto hasil liputan dan hasilnya diserahkan ke korban bencana tersebut. Untuk bencana gempa di Lombok, PFI Medan bekerja sama dengan ACT untuk penggalangan dana tersebut.

Para pewarta foto ini akan melakukan dokumentasi kesetiap posko-posko Aksi Cepat Tanggap di Lombok, dan menjadi saksi telah dibangunnya ratusan Integrated Comunity Shelter, yang mulai dihuni oleh masyarakat yang terdampak gempa bumi di Lombok.

Selain itu, hasil foto mereka nantinya juga akan dipamerkan serta  dilakukan lelang,  di rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara pada Malam Charity Dinner, 21 September 2018 mendatang.

Hasil lelang foto-foto terbaik akan didonasikan kembali kepada masyarakat terdampak Gempa Bumi di Lombok Nusa Tenggara Barat. (Imaji Pertiwi/Dok PFI Medan)

 

 654 total views

Penampakan Gerhana Bulan di Banda Aceh. (31/01) (Imaji Pertiwi/Check)

Meskipun Tidak Sempurna Gerhana Bulan Masih Bisa Disaksikan Warga

Penampakan Gerhana Bulan di Banda Aceh. (31/01) (Imaji Pertiwi/Check)

Penampakan Gerhana Bulan di Banda Aceh. (31/01) (Imaji Pertiwi/Check)

Imaji Pertiwi,(Medan) Cuaca mendung yang melanda Kota Medan, Rabu (31/01) malam membuat gerhana bulan total (Super Blue Blood Moon) tidak bisa dilihat dengan kasat mata.

Alhasil, warga baru bisa melihat gerhana jika menggunakan teleskop khusus perbintangan. Di beberapa daerah, gerhana disebut-sebut bisa dilihat langsung dengan mata telanjang.

“Ntah mana pun bulan nya, langit hitam aja nya ini yang ada,mudah mudahan lah bentar lagi cerah cuacanya biar teliat bulan nya ya” Kata Amir salah seorang warga yang hadir di kampus pasca sarjana UMSU jalan Denai.

Sebelumnya, Observatorium Ilmu Falak (OIF) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) memrediksi, gerhana bulan akan melintas di langit Kota Medan pada pukul 19.00-22.00 WIB.

“Puncak gerhana diperkirakan terjadi pukul 20.30 WIB” kata Kepala OIF UMSU Arwin Juli Rakhmadi.

Sementara itu, warga Medan rela berdesak-desakan untuk mengikuti Sholat Gerhana Berjamaah . Selain salat, warga juga bisa menyaksikan langsung gerhana lewat teleskop yang sudah disediakan pihak OIF UMSU.

Sekitar lima ribuan orang hadir untuk menyaksikan fenomena gerhana bulan total ini, sehingga membuat sedikit penumpukan lalu lintas di seputaran jalan Denai, Medan, Sumatera Utara.

Warga antusias menggunakan teleskop untuk melihat gerhana bulan di Medan, Sumatera Utara (31/01) (Imaji Pertiwi/Kumbara)

Warga antusias menggunakan teleskop untuk melihat gerhana bulan di Medan, Sumatera Utara (31/01) (Imaji Pertiwi/Kumbara)

Selain di Kota Medan, Sumatera Utara warga Banda Aceh juga antusias dengan fenomena Gerhana Bulan Total ini, terlihat dari banyaknya warga yang datang ke Kantor Kemenag Banda Aceh.

Seribuan warga berkumpul sejak sore hari di halaman kantor Kemenag Banda Aceh, warga menjelaskan tak mau melewatkan momen langka ini “Saya datang bawa anak, dari sebelum magrib tadi, demi melihat secara langsung fenomena alam ini. Selain untuk ilmu bagi anak-anak saya . Saya juga tidak pernah lihat sebelumnya,”kata Rita warga neusu Banda Aceh.

Warga melaksanakan sholat sunnah gerhana di Medan, Sumatera Utara (31/01) (Imaji Pertiwi/Kumbara)

Warga melaksanakan sholat sunnah gerhana di Medan, Sumatera Utara (31/01) (Imaji Pertiwi/Kumbara)

Tidak seperti di Medan, di Banda Aceh Gerhana Bulan Total bisa disaksikan secara jelas dan sempurna tanpa tertutup awan dan kabut.

Nidia warga Batoeh Lueng Bata Banda Aceh menjelaskan Ia sangat senang setelah melihat gerhana bulan karena sebelumnya tak pernah lihat. “Tidak bisa katakan apapun indah sekali dan saya sangat senang setelah melihat ini,” ujarnya.

Dia tahu ada disediakan alat dikantor kemenag Aceh dari media massa dan langsung berangkat bersama lima kawannya. “Saya datang bersama 5 orang kawan khusus untuk melihat ini, karena sayang kalau dilewatkan,” ujarnya. (IP/ARN)

 

Simak Videonya :
[arve url=”https://www.youtube.com/watch?v=IrydklNpcFI” mode=”normal” align=”center” /]

 754 total views

Warga melihat pernak pernik yang ada di Toko Acai Jaya di Medan, Sumut (30/01). Jelang Imlek Pernak Pernik merupakan salah satu barang yang dicari sejumlah etnis Tionghoa. (Imaji Pertiwi / Ahmad Ridwan Nasution)

Imlek Tiba, Pernak Pernik pun Diburu Warga

Warga melihat pernak pernik yang ada di Toko Acai Jaya di Medan, Sumut (30/01). Jelang Imlek Pernak Pernik merupakan salah satu barang yang dicari sejumlah etnis Tionghoa. (Imaji Pertiwi / Ahmad Ridwan Nasution)

Warga melihat pernak pernik yang ada di Toko Acai Jaya di Medan, Sumut (30/01). Jelang Imlek Pernak Pernik merupakan salah satu barang yang dicari sejumlah etnis Tionghoa. (Imaji Pertiwi / Ahmad Ridwan Nasution)

Imaji Pertiwi, (Medan) Dalam menyambut Tahun Baru Imlek yang akan jatuh pada tanggal 16 Februari 2018 mendatang, sejumlah etnis Tionghoa telah melakukan beberapa persiapan, diantaranya melakukan pembersihan vihara,pembersihan patung dewa,dll. namun tidak hanya itu, ada hal yang tidak ketinggalan ketika Imlek datang.

Pernak Pernik Imlek, ya ini merupakan salah satu yang diburu oleh warga etnis Tionghoa dalam menyambut Tahun Baru Imlek. Salah satu toko aksesoris di Medan, Toko Acai Jaya yang terletak di Jalan Brigjen Katamso, Medan, Sumut ini merupakan satu dari banyak toko di Medan yang menyediakan pernak pernik Imlek.

Toko Acai Jaya ini menjual perlengkapan imlek antara lain,lampion kertas,lampion elektrik,kertas angpao,hiasan mercon,serta boneka anjing. “Ya kita lengkapi kebutuhan warga untuk menyambut Tahun Baru Imlek, apa pembeli butuh kita sediakan” Ujar Aliansyah pemilik toko Acai Jaya

Aliansyah sendiri mengatakan ditahun ini omset nya naik bekisar 10% dari tahun sebelumnya. dan tokonya selalu melakukan inovasi dan variasi produk agar warga tidak bosan dengan barang yang itu itu saja. “kita tahun ini ada produk yang paling di senangi dan paling banyak dibeli, yaitu kembang” jelas Aliansyah.

Simak Videonya :

[arve url=”https://www.youtube.com/watch?v=MlI8sUsF85o” mode=”normal” align=”center” /]

 737 total views

Petugas Obsevatorium Ilmu Falak (OIF) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara memeriksa teleskop yang akan digunakan untuk melihat Gerhana Bulan Total yang akan berlangsung pada tanggal (31/01/18). UMSU menyediakan teleskop untuk warga melihat Gerhana Bulan Total,serta melaksanakan Sholat Gerhana (Imaji Pertiwi / Ahmad Ridwan Nasution)

OIF UMSU Ajak Warga Medan Saksikan Gerhana Bulan Total

Petugas Obsevatorium Ilmu Falak (OIF) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara memeriksa teleskop yang akan digunakan untuk melihat Gerhana Bulan Total yang akan berlangsung pada tanggal (31/01/18). UMSU menyediakan teleskop untuk warga melihat Gerhana Bulan Total,serta melaksanakan Sholat Gerhana (Imaji Pertiwi / Ahmad Ridwan Nasution)

Petugas Obsevatorium Ilmu Falak (OIF) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara memeriksa teleskop yang akan digunakan untuk melihat Gerhana Bulan Total yang akan berlangsung pada tanggal (31/01/18). UMSU menyediakan teleskop untuk warga melihat Gerhana Bulan Total,serta melaksanakan Sholat Gerhana (Imaji Pertiwi / Ahmad Ridwan Nasution)

Imaji Pertiwi, (Medan) Tanggal 31 Januari 2018 mendatang,seluruh wilayah di Indonesia dapat menyaksikan fenomena Gerhana Matahari Total, dalam hal ini OIF UMSU memfasilitasi warga kota Medan khususnya.

Dalam hal ini OIF UMSU menyiapkan enam buah teleskop untuk warga menyaksikan langsung,hal ini disampaikan langsung oleh kepala OIF UMSU, Juli Rakhmadi Butar – butar

“UMSU dalam hal ini menyediakan enam buah teleskop untuk warga melihat langsung bagaimana terjadinya Gerhana Bulan itu,dan semua kegiatan ini gratis dan terbuka untuk umum” jelasnya

Arwin mengatakan, gerhana bulan total dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk kota Medan. Saat peristiwa ini terjadi, bulan akan tampak lebih besar dari biasanya dengan warna yang kemerahan.

Di Medan, gerhana bulan total tersebut akan terjadi mulai pukul 19.00 WIB hingga 22.00 WIB. Fenomena itu, lanjutnya, aman dilihat langsung tanpa memerlukan alat atau filter.

Simak Video Nya :

[arve url=”https://www.youtube.com/watch?v=_Kh8YcdlfNc” /]

“Puncaknya akan terjadi pukul 20.30 WIB dalam durasi lebih kurang 70-an menit sehingga puncaknya bisa kita nikmati satu jam lebih,” ujar dia.

Walaupun hanya enam teleskop yang disediakan,semua warga bisa menyaksikan langsung Gerhana Bulan Total ini,karena pihak UMSU telah menyiapkan sejumlah layar besar.

“Nantinya kita juga akan melaksanakan sholat Isya berjamaah dan sholat sunnah Gerhana” Jelas Arwin (IP/ARN)

 707 total views

Foto Bersama Alumni PPLP Sumut

Alumni PPLP Adakan Bakti Sosial dan Laga Persahabatan

Bakti Sosial Alumni PPLP Sumut

Ketua Alumni PPLP Sumut , AKP Bambang Tarigan SH (Kanan) melihat pemeriksaan kulit dalam rangka bakti sosial yang dilaksanakan alumni PPLP Sumut (5/5/17). Atlit ini langsung diperiksa oleh dr. Syahfori Widiyani M,Sc, SpKK yang merupakan istri dari mantan alumni PPLP Sumut. (Ahmad Ridwan Nasution/Imaji Pertiwi)

Medan, (Imaji Pertiwi) Alumi Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Sumut menggelar bakti sosial dan laga persahabatan di Jalan Sunggal (5/5). Ajang silaturrahim ini untuk meningkatkan rasa persaudaraan antara alumni yang sudah tidak lama bertemu karena menjadi ajang anggota diberbagai klub besar di Indonesia.

Ketua Ikatan Alumni PPLP Sumut, AKP Bambang Tarigan SH menyatakan ada berbagai kegiatan yang dilakukan dalam acara bakti social ini, seperti penyuluhan kesehatan berupa keterangan tentang penyakit kulit, penyuluhan bahaya narkoba, dan memberikan sumbangan untuk anak yatim piatu di daerah sekitaran PPLP.

“Dengan kegiatan ini, kita ingin memperkenalkan kembali PPLP Sumut, sekaligus memberikan informasi bahwa keberadaan kita,” ujarnya.

Dijelaskannya, kegiatan ini juga sebagai wujud dukungan para alumni kepada para atlet-atlet muda, sehingga mereka bisa lebih meningkatkan rasa sportivitasnya baik dalam bertanding maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, dengan kegiatan ini Alumni PPLP juga ingin melihat bakat-bakat olahraga yang dimiliki oleh kaum muda. Karena, semakin cepat mengenali bakat mereka maka akan semakin mudah untuk mengembangkannya.
“Dunia olahraga akan menjauhkan para generasi muda dari narkoba. Karena olahraga sangat menjunjung tinggi kesehatan dan sportivitas,” jelasnya.

Seperti diketahui, peredaran narkoba saat ini sudah sangat luas, bahkan, para pengedar sudah memasuki pasar anak muda baik di perkotaan maupun daerah terpencil. Salah satu cara yang paling efektif dalam mencegah penggunaan narkoba di usia muda adalah meningkatkan minat mereka kepada olahraga.

 

Foto Bersama Alumni PPLP Sumut

Foto bersama Alumni PPLP Sumut

Dalam kegiatan bakti sosial ini juga, dilakukan penyuluhan kesehatan yangmengangkat tema menjaga kesehatan kulit, karena tidak dipungkiri, atlet dalam bidangolahraga apapun sangat rentan dengan penyakit kulit. Seperti diketahui, olahraga selalu menghasilkan keringat yang berlebihan, sehingga apabila tidak dibersihkan dengan baik, akan membuat penyakit kulit, seperti panu, kurap, kadaas, dan kurikan.

Dr Syahfori Widiyani Msc, Sp KK yang memberikan penyuluhan dalam acara bakti social ini menyatakan, penyakit kulit sangat mudah diderita bagi mereka yang senang dengan olahraga, keringat yang berlebihan berakibat tubuh dan kulit menjadi lembab. Kondisi lembab inilah yang membuat kuman cepat bertumbuh dan berkembang.

“Menjaga kebersihan sangat penting bagi siapaun, bukan saja mereka yang berprofesi sebagai atlet. Hanya saja, memang atlet yangpaling rentan karena kondisi tubuh yang selalu lembab akibat keringat yang terus berproduksi,” ujar istri dari alumi PPLP Sumut, Pranata.

Oleh karena itu, dr Syahfori menyarankan agar para atlet usai berlatih maupun bertanding agar segera membersihkan diri dengan mandi dan mengeringkan tubuhnya dengan benar.

Adapun yang ikut serta dalam kegiatan ini adalah Mantan pemain Timnas PSSI, Peri Sandria, Arif Baladia, Dede Hardiansyah, Sudirman, Ahmad Sukri, Abdullah Lubis, Rehmalem Perangin-angin, Erwin Taufan, Abdul Rahim, Ridjon, Paimin, Aris Rinaldi, Iswin, M Yusuf, Agus Rianto, Andi Juhri, Daniel Boro, dan lainnya. (Ahmad Ridwan Nasution/Imaji Pertiwi)

 1,523 total views

Buaya Mati (2)

Buaya asal Singkil Mati Usai 20 Hari Perawatan di BKSDA Aceh

Buaya Mati (1)

Petugas BKSDA memeriksa keadaan buaya yang mati di Aceh (2/5) (Chek/Imaji Pertiwi)

Banda Aceh, (Imaji Pertiwi) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh  mengebumikan Seekor buaya Jantan yang  berbobot 800 kilogram dengan panjang panjang sekitar 4,96 meter.

Kepala BKSDA Aceh  Sapto Aji Prabowo, mengatakan dari hasil pemeriksaan dari dokter buaya tersebut mati karena infeksi luka di dalam  mulutnya.

“Buaya ini kita lihat tidak bergerak lagi, Kemaren (Senin (1/5) ) tadi pagi kita datangkan dokter untuk pastikan apakah buaya ini masih hidup atau sudah mati, dari hasil pemeriksaan telah mati,” Sebut Sapto, Selasa (2/5) disela melakukan penanaman terhadap buaya ini di pingiran gedung utama Kantor BKSDA Lamtemen, Banda Aceh.

Buaya Mati (2)

Petugas BKSDA mengeluarkan buaya yang mati di Aceh (2/5) (Chek/Imaji Pertiwi)

Dikatakannya, Buaya  ini mengalami Iinfeksi karena mata pancing yang digunakan untuk menangkap buaya ini terlalu besar, sehingga menyebab mulut buaya luka parah.

“Disini dia hilang kehilangan nafsu makan.  kita paksa suapin sudah,” katanya.

Menurut Sapto, bedasarkan pengalaman penanganan buaya, memang buaya yang tertangkap karena terjerat mata pancing sangat rendah kemungkinannya bisa bertahan hidup.

Buaya Mati (3)

Petugas BKSDA menguburkan buaya yang mati di Aceh (2/5) (Chek/Imaji Pertiwi)

Sementara itu, buaya ini di tangkap  Warga  Rantau Gedang,  Kabupaten Aceh Singkil, dengan cara tak biasa. Mereka menangkapnya dengan menggunakan pancing dan, sebagai umpan, ditaruh bebek. Dan mata pancingnya pun terbuat dari besi ukuran 10.  Anehnya lagi saat BKSDA Aceh hendak mengambil buaya tersebut, warga sempat meminta BKSDA membayar ganti rugi sebesar Rp 5 juta.

Penangkapan buaya ini  dilakukan warga Sabtu 8 April 2017 lalu. Kemudian Minggu (9/4).  Diketahui dan Ketika tim BKSDA tiba di lokasi, masih ada mata pancing di kerongkongan buaya tersebut. Pada hari itu buaya ini langsung dievakuasi ke kantor BKSDA Aceh di Banda Aceh tiba di Banda Aceh tanggal 12 April 2017, sejak itu Buaya ini di karantina di BKSDA Aceh dan pada hari ini buaya ini mati. (Chek/Imaji Pertiwi)

 

 1,671 total views

Tol Medan Tebing Tinggi

Begini Kesiapan Tol Medan – Tebing Tinggi

Tol Medan Tebing Tinggi

Kondisi aktual Jalan Tol Trans Sumatera ruas Medan-Kuala Namu-Tebing Tinggi. (6/4/17). Untuk memperlancar arus mudik lebaran nantinya ruas tol mulai dari Kualanamu, hingga Sei Rampah akan difungsikan. (Imaji Pertiwi/Hendra Syamhari)

Medan, (Imaji Pertiwi). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terus memacu penyelesaian pembangunan Jalan Tol Trans-Sumatera ruas Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi. Jalan tol sepanjang 61,72  kilometer ini, terbagi menjadi tujuh seksi. Seksi I sampai Seksi 6 sepanjang 52,85 kilometer yang terbentang dari Tanjung Morawa hingga Sei Rampah, ditargetkan selesai akhir 2017.

Sementara Seksi 7 Sei Rampah-Tebing Tinggi rampung pada April 2018 karena masih terkendala pengadaan lahan yang melewati kawasan permukiman. Secara keseluruhan progres ruas tol Sei Rempah-Tebing Tinggi sudah mencapai 75 persen. Meskipun demikian, sebagian besar ruas tol yakni sepanjang 42,1 kilometer mulai dari Kualanamu-Perbarakan hingga Sei Rampah, dan Seksi II hingga Seksi VI, bisa berfungsi untuk memperlancar arus mudik Lebaran pada bulan Juli 2017.

Saat ini, progres kontruksi fisik Seksi IA baru mencapai 0,39 persen, Seksi I sebesar 51,6 persen, Seksi II sebesar 81,8 persen, Seksi III sebesar 100 persen, Seksi IVA sebesar 89,4 persen, Seksi IVB sebesar 77,8 persen, Seksi V sebesar 67,7 persen, Seksi VI sebesar 66,6 persen. Sedangkan Seksi VII masih dalam pentelesaian karena terkendala masalah pengadaan lahan.

Dengan dibukanya tol tersebut, kendaraan akan terhindar dari beberapa titik kemacetan di jalan nasional seperti di Lubuk Pakam, Perbaungan dan Pasar Bengkel. Pada hari biasa, perjalanan dari Medan-Kualanamu dengan jarak sekitar 75 kilometer ditempuh dalam waktu 3 jam. Diharapkan dengan selesainya tol, akan mempercepat waktu tempuh menjadi 1 jam. (Imaji Pertiwi/Hendra Syamhari)

 1,859 total views

IMG_4391 copy

Food Startup Indonesia Hadir di Medan

IMG_4281 copy

Deputi Akses Permodalan Fadjar Hutomo menyampaikan materi pada “Food Startup Indonesia” di Medan, Sumut (11/4).

Medan, (Imaji Pertiwi). Dalam rangka mendukung industri kreatif di bidang kuliner, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyelenggarakan Food Startup Indonesia 2017 di Medan, Selasa (11/4). Foodstartup Indonesia adalah acara yang diselenggarakan Bekraf dalam mendukung ekosistem subsektor kuliner Indonesia.

Foodstartup terdiri dari pelaku bisnis yang berkecimpung menyediakan jasa atau produk kuliner selama satu hingga lima tahun, mempunyai rekam jejak transaksi atau produksi, memiliki inovasi produk, business model, serta pemasaran, dan berpotensi dikembangkan dalam skala industri dengan permodalan pribadi ataupun kelompok yang belum mendapat skema permodalan.

“Harapan kami, acara ini mampu mengembangkan kuliner Indonesia, memaksimalkan potensi foodstartup, membentuk ekosistem foodstartup, membuka akses permodalan pemerintah serta swasta, dan memasarkan produk ke pasar global,” ucap Deputi Akses Permodalan Bekraf Fadjar Hutomo.

IMG_4320 copy

Direktur Akses Nonperbankan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Sugeng Santoso (kiri) bersama Deputi Akses Permodalan Fadjar Hutomo (kanan) pada kegiatan “Food Startup Indonesia” di Medan, Sumut (11/4).

Pada sosialisasi pertama di Medan ini, Bekraf juga sosialisasi terkait perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan program kerja Deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi Bekraf dalam pengembangan subsektor kuliner dan terkait foodstartup Indonesia yang disampaikan oleh Wahyu Jati Pramanto dari Kedeputian Fasilitasi HKI dan Regulasi.

Proses Kurasi

Bekraf melaksanakan kurasi dan memilih 100 startup untuk mengikuti demoday di Bali (22-24/5) dan di Bandung (17-19/7). Dalam demoday, para startup subsektor kuliner mengikuti mentorship dengan mentor dari Bekraf. Setiap foodstartup diberikan waktu selama 15 menit untuk picthing yaitu
memaparkan pitchdeck di hadapan mentor.

IMG_4391 copy

Peserta Food Startup Indonesia berfoto bersama

Pitchdeck adalah materi presentasi yang berisi profil produk, latar belakang produk, target market produk, proses produksi, timeline progress produk, model bisnis, kompetitor, strategi pengembangan produk, investasi yang diperlukan, dan profil tim.

“30 foodstartup terbaik dari demoday Yogyakarta, Bali, dan Bandung akan tampil di Final
Pitching Day di Jakarta. Semua finalis demoday ini berhak mendapat fasilitasi HKI dan inkubasi dari Bekraf,” pungkas Fadjar. (Imaji Pertiwi/ARN)

 1,110 total views